Jumat, 29 Agustus 2025

Ni Nyoman Rai Tak Menyangka Perselingkuhan Dokter di Puskesmas Abiansemal Berujung Aksi Penebasan

Menurut AKBP Yudith Satriya Hananta, hubungan gelap antara korban dan AS pernah ditegur lantaran mereka sama-sama sudah berkeluarga.

Editor: Dewi Agustina
Dok Polsek Abiansemal
Barang bukti parang yang diamankan polisi. Parang tersebut digunakan tersangka Komang GB untuk melakukan penganiayaan terhadap seorang dokter di Puskesmas, Kamis (19/9/2019). Dok Polsek Abiansemal/Tribun Bali 

"Kami tidak mau mencampuri urusan pribadi mereka terlalu dalam. Adanya kejadian ini pun tidak kami duga, kalau ada indikasi masalah pasti kami panggil yang bersangkutan," paparnya.

Dokter Ditebas Parang

Diberitakan sebelumnya, seorang dokter asal Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Badung ditebas menggunakan senjata tajam jenis parang di Puskesmas Abiansemal.

Dokter berinisial Made OP mengalami luka robek pada bagian lengan sebelah kiri.

Menurut informasi yang dihimpun, penganiayaan yang dilakukan terjadi pada Selasa (17/9/2019) sekira pukul 11.00 Wita.

Bahkan penebasan itu terjadi karena adanya kesalahpahaman antara korban dan pelaku.

"Masalah itu terjadi karena kesalahpahaman antara korban dengan pelaku. Hingga akhirnya terjadi penebasan di Puskesmas Abiansemal," ujar sumber, Kamis (19/9/2019) malam.

Sumber Tribun Bali mengatakan, penebasan itu dilakukan pelaku berinisial Komang GB yang beralamat di Jalan Nangka, Cendrawasih, Denpasar.

Bahkan penebasan itu disaksikan langsung oleh istri pelaku.

"Istri pelaku juga bekerja di Puskesmas dan pada saat itu mereka ingin menyelesaikan konflik yang terjadi," katanya.

Baca: Abu Razak, Pimpinan KKB yang Tewas Saat Kontak Tembak dengan Polisi Pernah Dipenjara dan Jadi DPO

Konflik yang terjadi antara pelaku dan korban karena diduga istri pelaku yang bekerja di Puskesmas Abiansemal mempunyai hubungan gelap alias selingkuh dengan korban.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, korban pun mengajak pelaku bertemu di Aula Puskesmas Abiansemal I.

"Jadwal pertemuan yang dibuat korban di pesan Massenger antara pihaknya dan pihak pelaku beserta istrinya. Hal itu dilakukan agar permasalahan pribadi itu cepat selesai," jelasnya.

Pertemuan tersebut awalnya berjalan dengan baik.

Hanya saja disaat melakukan pembicaraan bertiga antara Korban pelaku dan istrinya, tiba-tiba pelaku Komang GB berusaha memukul Made OP dengan menggunakan tangannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan