Polisi Minta Masyarakat di Papua Tak Perlu Cemas Menanggapi Berita Bohong yang Beredar

Masyarakat Papua diimbau tidak cemas dengan informasi bohong atau hoax yang kini beredar. Masyarakat diminta tetap melakukan aktivitas seperti biasa

Polisi Minta Masyarakat di Papua Tak Perlu Cemas Menanggapi Berita Bohong yang Beredar
youtube
Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam jumpa pers di Polda Papua, Rabu (15/11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Masyarakat Papua diimbau tidak cemas dengan informasi bohong atau hoax yang kini beredar. Masyarakat diminta tetap melakukan aktivitas seperti biasa, karena polisi menjamin keamanan di Papua.

“Informasi yang mengajak masyarakat untuk tidak beraktivitas di seluruh Tanah Papua beberapa hari ke depan adalah berita bohong atau hoax, sehingga masyarakat diminta tak mempercayainya, karena aparat Kepolisian dalam hal ini Polda Papua menjamin keamanan di Tanah Papua,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. A. M Kamal.

Menurutnya, ada oknum yang memanfaatkan situasi saat ini, sehingga Polda Papua mengimbau kepada semua masyarakat agar dapat berkativitas seperti biasa dan jangan mau termakan isu hoax atau bohong yang berkembang.

Baca: Klasemen dan Jadwal Liga 1 2019 Pekan ke-20: Jarak Bhayangkara FC dan Persib Kian Lebar

Baca: Gagal Lamar Sahila Hisyam, Vicky Prasetyo Beri Klarifikasi: Mungkin Ini karena Kenekatan Saya Saja

Baca: Cerita Mbah Karsiman dari Boyolali, Hidup Terlunta, Ternyata Wariskan Uang Jutaan untuk Warga Desa

Dirinya juga menambahkan, sampa dengan saat ini Pihak Polda Papua masih mengejar kelompok-kelompok yang memanfaatkan situasi papua saat ini dengan banyak menyebarkan berita bohong. Kita masih dalami oknum maupun kelompok-kelompok yang memanfaatkan situasi papua untuk mengambil keuntungan dan juga ingin membuat papua menjadi rusuh.

“Sampai dengan saat ini Pihak Polda Papua masih mengejar mereka yang memanfaatkan situasi Papua saat ini dengan menyebarkan berita bohong. Kami masih dalami oknum maupun kelompok-kelompok yang memanfaatkan situasi Papua untuk mengambil keuntungan dan juga ingin membuat Papua menjadi rusuh,” kata Kamal.

Sebelumnya, beredar isu di Jayapura dan Papua bahwa kelompok KNPB akan menggelar aksi unjuk rasa Senin 23 September. KNPB sebelumnya dituding sebagai dalang kerusuhan di Jayapura. Lalu dalam selebaran yang beredar, masyarakat non Papua (pendatang) menyatakan siap menghadapi aksi unjuk rasa itu.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved