Rabu, 20 Mei 2026

Banjir di Denpasar Bali

Cerita Ketut Anik Korban Selamat Banjir Bali: Saya Hanyut, Sudah Pasrah

Ketut Anik Martini bisa selamat dari banjir bandang yang menerjang rumahnya di Jalan Ken Arok, Banjar Dakdakan, Peguyangan, Gianyar

Tayang:
Editor: Erik S
Tribun Bali/Putu Supartika
SELAMAT DARI BANJIR - Sempat hanyut, Ketut Anik Martini bisa selamat dari banjir bandang yang menerjang rumahnya di Jalan Ken Arok, Banjar Dakdakan, Peguyangan, Gianyar, Bali, Rabu (10/9/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR -  Sempat hanyut, Ketut Anik Martini bisa selamat dari banjir bandang yang menerjang rumahnya di Jalan Ken Arok, Banjar Dakdakan, Peguyangan, Gianyar, Bali, Rabu (10/9/2025).

Saat itu, ia dan 3 anggota keluarganya sudah bangun pukul 02.30 Wita karena air sungai di belakang rumah kontrakannya membesar.

Pada pukul 04.00 Wita, tiba-tiba air bah datang dari depan rumah dan menjebol temboknya.

Baca juga: Hendak Jualan di Pasar, Suweni Tewas Terseret Banjir di Gianyar, Jenazah Ditemukan di Pinggir Sungai

"Saya hanyut. Sudah pasrah saya, nggak bisa berkata-kata saat itu," paparnya saat ditemui di pengungsian Banjar Dakdakan, Kamis 11 September 2025.

Untungnya, ia tersangkut pada akar pohon.

Dari sana, ia meraih akar pohon itu dan menepi dari air yang menerjangnya.

Terhindar dari air, ia menenangkan dirinya dan duduk sambil berteriak minta tolong.

"Saya ingat bagaimana tetangga saya di atap rumahnya dan keluarga saya juga di atap rumah," papar perempuan asal Sudaji Buleleng ini.

Ia kemudian berteriak minta tolong dan didengar tetangganya.

Ia pun diselamatkan, dan diajak ke tempat yang lebih aman.

"Kaki saya luka, tangan lecet. Saya tidak bisa berkata-kata," paparnya menunjukkan perban di kakinya.

Selain itu, anak perempuannya juga mengalami luka di kaki dan menerima empat jahitan.

Saat kejadian, hampir semua barang-barang di kontrakannya hanyut dan hanya menyisakan pakaian di baju dan dua motor yang tertinggal.

Baca juga: Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bali, Kemensos Terjunkan Tagana Hingga Tim PSKBA

Sang anak I Gde Agus Fery Adnya menambahkan, kontrakannya sudah tergerus di bagian belakang, hanya tersisa sedikit di bagian depan.

Namun ia mengaku tak berani kembali karena takut roboh.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved