Minggu, 31 Agustus 2025

Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Bripka Afika Bantu Memulangkan Pelajar SMP yang Menangis Kebingungan Saat Demo Ricuh di DPRD Sumut

Polwan berusia 24 tahun ini menolong seorang siswa kelas 2 SMP yang ditinggal oleh teman-temannya saat unjuk rasa berlangsung di Gedung DPRD Sumut.

Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Bripda Afika Nasution saat membantu siswa SMP ke pulang ke rumahnya yang berada di Pasar 7 Tembung, Jumat (27/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Polwan humanis, mungkin julukan ini tepat diberikan kepada Bripda Afika Nasution.

Sikap mengayomi yang ia lakoni dalam aksi unjuk rasa Jumat (27/9/2019) kemari, patut diacungi jempol.

Polwan berusia 24 tahun ini menolong seorang siswa kelas 2 SMP yang ditinggal oleh teman-temannya saat unjuk rasa berlangsung di Gedung DPRD Sumut.

Awalnya Afika ditugaskan menjadi negosiator dan berinteraksi dengan para pelajar dan meminta mereka untuk pulang dan jangan mengikuti unjuk rasa.

Setelah aksi lempar-lemparan batu, beberapa mahasiswa membawa seorang anak berpakaian Pramuka yang kebingungan dan menangis.

"Teman-temannya lari ke arah Lippo dan ia ditinggal sendiri," kata Afika, Sabtu (28/9/2019).

Baca: Media Asing Ikut Soroti Pemanggilan 25 Pemain ke Timnas Indonesia

Karena ditinggal teman-temannya, bocah itu panik dan menangis di tengah keramaian aksi unjuk rasa.

Pelajar SMP itu mengaku warga Tembung Pasar 7 ini.

"Kenapa datang ke sini? Terus dia menjawab hanya ikut-ikutan saja," jawab Afika.

Pelajar itu mengaku ke gedung DPRD Sumut bersama teman-temannya dengan berjalan kaki.

Kepada Afika, pelajar yang kebingungan itu mengaku kedatangan dirinya tidak diketahui orang tuanya.

"Ku tawari dia pulang mengingat di sini sangat berbahaya. Terus dia bilang mau pulang, tapi dia tidak punya uang," tutur Afika.

Bripda Afika Nasution saat membantu siswa SMP ke pulang ke rumahnya yang berada di Pasar 7 Tembung, Jumat (27/9/2019).
Bripda Afika Nasution saat membantu siswa SMP ke pulang ke rumahnya yang berada di Pasar 7 Tembung, Jumat (27/9/2019). (Istimewa)

Polwan yang seheri-hari bertugas di bagian humas itu pun memesan ojek online untuk bocah itu.

"Saya langsung bayar ongkos Gojek-nya mengingat dia tidak mengantongi uang sepeser pun. Saya niat membayari biar dia tidak kena marah sama orang tuanya begitu sampai rumah dan meminta ongkos ojek online," ujarnya.

Afika tidak habis pikir mengapa ada orang yang tega mengajak pelajar untuk ikut unjuk rasa mengenai isu yang tidak dipahami pelajar.

Baca: Bebby Fey vs Atta Halilintar: Video Klarifikasi Lengkap Atta, Reaksi Bebby hingga Laporan ke Polda

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan