VIDEO Kepanikan Warga saat Batu-batu Besar Timpa Rumah dari Ketinggian 500 M, Diduga Proses Blasting
Berikut ini video kepanikan warga di Purwakarta saat batu-batu besar menimpa rumah dari ketinggian 500 meter. Diduga kuat akibat proses blasting.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah video kepanikan warga saat batu-batu besar menimpa rumah beredar luas di media sosial.
Dikabarkan batu-batu besar tersebut jatuh dari ketinggian sekitar 500 meter.
Peristiwa tersebut diduga kuat merupakan proses blasting dari sebuah perusahaan di sekitar lokasi.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak warga berbondong-bondong berlarian melihat kondisi rumah yang tertimpa batu.
Vidoe berdurasi 1 menit lebih tersebut menunjukkan batu-batu besar menimpa rumah warga.
Kepanikan pun terjadi.
Baca: Pelaku Pembunuhan di Sungai Pinang Diburu, Polisi Perluas Pencarian
Baca: BMKG Catat Gempa M 3.9 Guncang Lombok Utara Nusa Tenggara Barat, Dirasakan hingga Mataram
Suara tangisan terdengar keras dalam video tersebut.
Dalam video yang diunggah oleh pengguna Twitter @itsronyramdan, rumah-rumah hancur karena tertimpa batu dengan ukuran yang sangat besar.
Sementara itu, dari video yang diterima Tribunnews, sejumlah batu besar tampak tepat menimpa depan rumah warga serta jalanan.
Pohon-pohon sekitar pun tumbang.
Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Cihandeleum, RT 9 RW 5, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.
Jatuhnya bebatuan besar terjadi pada Selasa (8/10/2019) siang.
Sebuah pemukiman di kampung tersebut dihujani oleh bebatuan besar.
Batu-batu ukuran besar tersebut menimpa bangunan rumah serta sekolah di lokasi sekitar.
Kejadian tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono.
Baca: Indosat Bantu Masyarakat Maluku Terdampak Gempa Bumi
Dijelaskan Wahyu, dari penuturan warga, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara untuk kerugian ditaksir mencapaI Rp 460 juta.
"Kami dapat laporan dari warga setempat bernama Azis. Tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian materi sekitar Rp 460 juta," ujar Wahyu, melalui ponselnya, di Kabupaten Purwakarta, Selasa (8/10/2019), dikutip dari Tribun Jabar.
Batu-batu besar yang jatuh menimpa warga tak dipengaruhi oleh faktor alam.
Prose blasting atau peledakan batu diduga kuat menjadi penyebabnya.
Proses blasting dilakukan oleh PT MSS.
Ledakan yang terjadi pun mengenai rumah-rumah warga disekitar lokasi.
Dijelaskan Wahyu, batu-batu besar tersebut jatuh dari ketinggian sekitar 500 meter.
Rumah warga yang berada di bawah gunung pun menjadi sasaran.
"Dari hasil pengecekan di lapangan dan menurut keterangan saksi, batu tersebut jatuh dari ketinggian sekira 500 meter ke rumah warga yang ada di bawah gunung,"
Batu-batu besar yang menimpa area pemukiman menyebabkan setidaknya enam rumah warga dan satu sekolah rusak dengan kategori ringan hingga berat.
Masih mengutip dari sumber yang sama, seorang warga setempat bernama Azis (30) menuturkan, setidaknya ada delapan batu ukuran besar di lokasi kejadian.
Diduga kuat ledakan dinamit dari PT MSS menjadi penyebab peristiwa yang terjadi.
Mengutip dari duniatambang.co.id, blasting atau peledakan merupakan suatu tindak lanjut dari kegiatan pemboran.
Tujuannya adalah untuk melepaskan batuan dari batuan induk agar menjadi fragmen-fragmen dengan ukuran lebih kecil.
Ukuran kecil tersebut akan memudahkan dalam hal pendorongan, pemuatan, pengangkutan serta konsumsi material.
(Tribunnews.com/Miftah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/batu-batu-berukuran-besar-menimpa-bangunan-rumah.jpg)