Rusuh di Papua

Komnas HAM Temukan 10 Warga Papua Tewas saat Wamena Rusuh, di Luar 33 Orang yang Dicatat Aparat

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyatakan, pihaknya menemukan dugaan 10 orang Papua tewas terkait kerusuhan di Wamena, Papua.

Komnas HAM Temukan 10 Warga Papua Tewas saat Wamena Rusuh, di Luar 33 Orang yang Dicatat Aparat
Tribunnews.com/Gita Irawan
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat konferensi pers terkait keruduhan Wamena di Kantor Komnas HAM Jakarta Pusat pada Jumat (18/10/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menyatakan, pihaknya menemukan dugaan 10 orang Papua tewas terkait kerusuhan di Wamena, Papua.

Namun, 10 orang tersebut belum tercatat oleh pihak keamanan.

Temuan ini didapat Komnas HAM setelah tim Komnas HAM mendatangi Wamena pada 13-17 Oktober 2019 untuk mendalami kasus pascakerusuhan.

"Terakhir kami dapatkan informasi lagi yang cukup kredibel, tetapi ini harus dikonfirmasi lagi, ada 10 orang lagi yang diduga tewas di luar 33 orang yang dicatat pihak keamanan di Wamena. Kami sudah sampaikan penemuan ini ke TNI dan Polri di Papua," ujar Taufan dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (18/10/2019). 

Ia juga menyampaikan, 10 orang Papua tersebut diduga tewas karena tidak sempat dibawa ke rumah sakit.

Mereka langsung dibawa ke kampung halaman dan dikebumikan. Maka dari itu, pihak keamanan tidak bisa mendeteksi adanya warga Papua yang tewas di luar 33 orang yang tercatat.

"Ada 10 warga lagi, tetapi itu belum 100 persen terkonfirmasi ya, kami dapatkan dari sumber yang kredibel. Kita belum memverifikasi hal ini secara langsung karena letak geografis di Papua yang sulit, harus ada persiapan-persiapan tertentu," papar dia. 

Ia pun meminta temuan dari Komnas HAM ini ditindaklanjuti oleh pihak keamanan di Papua.

Sementara itu, komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, 10 orang tersebut diduga tertembak. Namun, mereka lantas dibawa pihak keluarga.

"Langsung dibawa pulang, dugaanya tertembak. Kami bersepakat akan lanjutkan investigasinya," ucap Beka.

HALAMAN 2 >>>

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved