Kecurigaan Tukang Gali Kubur di Malam Pemakaman Pegawai Kementerian PU yang Jenazahnya Dicor

Nopi menguburnya dengan cara mengecor tubuh Apranita dengan menggunakan semen dan pasir.

Kecurigaan Tukang Gali Kubur di Malam Pemakaman Pegawai Kementerian PU yang Jenazahnya Dicor
KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA
Tukang Gali Kubur Motif pembunuhan: Utang Rp 145 juta Tersangka Yudi Tama Redianto (50) ketika dihadirkan petugas saat penggalian lokasi penguburan jenazah Aprianita (50) di kawasan TPU Kandang Kawat, Palembang, Sabtu (26/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi dari Tim Unit Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini sedang memburu Nopi alias Aci yang merupakan salah satu pelaku pembunuhan Aprianita (50) yang jenazahnya dicor.

Aprianita adalah PNS Kementerian PU Balai Besar Jalan dan Jembatan wilayah V Satker Metropolis Palembang.

Nopi diketahui adalah orang yang menguburkan jenazah korban di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat, Kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Nopi menguburnya dengan cara mengecor tubuh Apranita di dalam liang kubur dengan menggunakan semen dan pasir.

Dalam kesehariannya, Nopi ternyata merupakan tukang gali kubur di TPU tersebut. Ia telah bekerja di sana sudah sejak lama.

Tewas dicor43
Lokasi tempat jenazah Aprianita (50) yang tewas dicor di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Sumatera Selatan. Korban yang merupakan PNS Kementerian PU sebelumnya dibunuh oleh tersangka Yudi yang merupakan rekan kerjanya sendiri.

Bahkan, satu pondok tempatnya bekerja dipasang nomor handphone, bagi siapapun yang membutuhkan jasanya baik itu untuk menggali kubur maupun memasang nisan makam.

Tak Tahan Ditagih Utang

Pantauan Kompas.com di lapangan, lokasi tempat korban dikubur berada persis di belakang pondok milik Nopi.

Sisi makam kanan dan kiri yang biasa digunakan untuk jalan bagi peziarah, ternyata digunakan tersangka ini untuk mengubur jasad Aprianita secara sadis.

Baca: Satu Keluarga Tewas Tertabrak Truk karena Swafoto di Tarahan Lampung

Bahkan terlihat coran tersebut sedikit tebal dan rata dengan permukaan jalan agar tempat itu tak dicurigai sebagai makam.

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved