Jumat, 29 Mei 2026

Polda Jawa Timur Selidiki Kasus Perusakan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya

Kerusuhan saat pertandingan Persebaya vs PSS Sleman berdampak terhadap rusaknya stadion Gelora Bung Tomo. Polda Jawa Timur menyelidiki kasus ini.

Tayang:
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Fathul Amanah

TRIBUNNEWS.COM - Tim gabungan Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP di stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Sejumlah titik kerusuhan dan perusakan dalam stadion jadi perhatian kepolisian.

Selain melakukan olah TKP, Polda Jawa Timur juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap suporter yang bertindak anarkis.

Untuk itu, bukti bukti visual terus dikumpulkan pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan akan mengumpulkan bukti-bukti visual.

Kabid Humas Polda Jawa Timur
Kabid Humas Polda Jawa Timur (tangkap layar YouTube KOMPAS TV)

“Visual yang berhubungan dengan itu sudah kita lakukan pengumpulan untuk dijadikan barang bukti dalam rangka penegakan hukum," ujarnya Rabu (30/10/2019).

Ia menambahkan sampai saat ini belum ada penetapan tersangka karena masih dalam tahap mengumpulkan visual sebagai barang bukti. 

"Nanti akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi karena masih perlu observasi dan bukti visual," ujarnya. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan tindakan perusakan sejumlah fasilitas Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.

Perusakan tersebut dilakukan oleh sejumlah oknum suporter sepak bola pasca kekalahan Persebaya atas PSS Sleman, Selasa (29/10/2019).

Khofifah meminta manajemen Persebaya segera melakukan pembenahan stadion sehingga nantinya Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya siap untuk digunakan sebagai lokasi Piala Dunia U-20.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Menteri Pertanian
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Menteri Pertanian (surya.co.id/humas pemprov jatim)

"Tentu kita menyesalkan ya. Karena pada dasarnya olahraga itu mengajarkan sportifitas," ujarnya dilansir YouTube Kompas TV Kamis (31/10/2019).

Ia menambahkan menjelang Piala Dunia U-20 nanti harus ada pembenahan secara signifikan.

Pembenahan harus dilakukan dari pihak manajemen Persebaya atau dari Pemkot Surabaya.

"Saya rasa harus melakukan percepatan pembenahan supaya kalua FIFA nanti visit ke GBT mereka sudah dapat melihat bahwa ini memang layak sebagai venue untuk sebuah kompetisi Internasional," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved