Nama Gibran Masuk Bursa Calon Wali Kota, PKS Solo Ingin Pasangkan Putra Jokowi dengan Abdul Ghofar
Dia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan PKS Solo memasangkan Abdul Ghofar dengan bos Markobar di Pilkada Solo 2020
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, SURAKARTA - Menjelang Pilkada Surakarta atau Solo 2020, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo mulai menjaring kader internal dan eksternal.
Dari hasil penjaringan tersebut, muncul beberapa nama yang nantinya akan diusung sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo.
DPRD DKI Fraksi PDIP Duga Anies Tekan Kadisparbud dan Kepala Bappeda untuk Mundur
Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pemilukada DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto mengatakan dari penjaringan itu nama yang muncul dan cukup kuat di internal partai adalah Abdul Ghofar, yang tak lain Ketua DPD PKS Solo.
Sementara dari eksternal partai muncul nama putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo.
Kendati muncul beberapa nama itu, jelas Sugeng, pihaknya masih akan mengomunikasikan dengan internal maupun partai politik (parpol) lain yang kemungkinan diajak berkoalisi.
Mengingat dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2019, terang Sugeng, PKS hanya mendapatkan perolehan lima kursi.
"Secara komposisi PKS hanya memperoleh lima kursi. Artinya tidak bisa maju sendiri. Minimal sembilan kursi baru bisa maju sendiri," kata Sugeng ditemui Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/11/2019).
Sugeng mengatakan, ketika di internal ada kecenderungan terhadap Abdul Ghofar, maka sosok ketua DPD PKS tersebut harus dimunculkan.
Dengan harapan diketahui internal partai maupun publik.
"Kami mencoba menyampaikan pesan bahwa PKS punya Ghofar. PKS punya mesin yang solid dan punya kader yang militan," terang dia.
Dia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan PKS Solo memasangkan Abdul Ghofar dengan bos Markobar di Pilkada Solo 2020.
Dia menilai Gibran sebagai perwakilan sosok muda dan relatif baru di dunia politik.
Sementara Abdul Ghofar merupakan sosok dewasa.
"Dia (Abdul Ghofar) sangat memahami regulasi-regulasi dalam konteks pengelolaan kota, pengalaman di DPRD. Itu satu kombinasi yang saling menguatkan," ujar Sugeng.