Cerita Anaknya 'Diculik' Wewe Gombel, Darwati Lakukan Ritual Buka Baju Hingga Nungging

Seorang anak bernama Sri Wahyuning (5), pernah hilang selama tiga jam dan dipercaya disembunyikan oleh kalong wewe atau wewe gombel.

Cerita Anaknya 'Diculik' Wewe Gombel, Darwati Lakukan Ritual Buka Baju Hingga Nungging
Fajar Bachruddin Achmad/Tribun Jateng
Darwati, warga Kota Tegal, bersama putrinya Sri Wahyuning, saat ditemui tribunjateng.com di rumahnya, Minggu (3/11/2019). 

Ia dan warga sekampung, sekitar 50 orang pun berupaya mencari sembari membawa panci dan peralatan dapur namun Yuni tidak ditemukan.

"Terakhir saya lihat depan rumah. Biasanya Yuni di kasur sama bapaknya, nonton televisi," ungkapnya.

Di saat satu kampung mencari, Darwati ingat pesan orang- orang dahulu kala.

Jika ada anak yang dibawa wewe gombel, orangtuanya harus telanjang.

Ia pun kemudian ke kebun yang berada persis di samping rumah, telanjang dan berposisi menungging.

"Aku kemutan mertuaku yang dahulu anake pernah digawa kalong wewe, kudu wuda. Akhire aku maring kebun. Aku wuda, kutang tak copot, cawet tak plorotna. Trus aku njipling atau nungging (Saya ingat mertua yang dulu anaknya dibawa wewe gomberl harus telanjang. Saya pergi ke kebun. Saya telanjang, bra lepas dan celana dalam dipelorotkan dan saya nungging. red)," kata Darwati dalam logat Tegal.

Ternyata benar, setelah itu Darwati merasakan kehadiran anaknya namun, ia hanya mendengarkan suaranya, ia dengar 'Ma'.

Tidak lama setelah itu, sekitar pukul 20.30, Yuni ada di belakang pintu rumah.

"Di kebon aku maca, Ya Allah. Ada suara, 'Ma'. Sawise, njebule bocahe ana ning mburi lawang. (Di kebun saya baca, Ya Allah ada suara 'Ma'. Setelah itu, ternyata anaknya ada di belakang pintu)," jelasnya.

Darwati mengatakan, saat Yuni ditemukan, anaknya terdiam seperti linglung.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved