Warung Makan Milik Pasangan Suami Istri Pemulung Jadi Inspirasi, Tukar Sampah dengan Makanan

Sarimin dan istrinya dianggap menginspirasi banyak orang dengan membuat warung makan yang hanya menerima sampah plastik untuk membayar makanan.

Warung Makan Milik Pasangan Suami Istri Pemulung Jadi Inspirasi, Tukar Sampah dengan Makanan
Tribun Jateng /Hermawan Handaka
Tumpukan Sampah - Kereta api melintasi di wilayah Kelurahan Kemijen RT 07/RW 08, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (2/9/2019) siang. Tampak hamparan sampah menggunung berada di sekitar rel dan menyebabkan bau tidak sedap. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM Siapa sangka pemilik sebuah warung makan sederhana di kompleks Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, adalah satu dari delapan tokoh Indonesia berpengaruh.

Ya, pemilik warung itu adalah pasangan suami istri Sarimin (59) dan Suyatmi (45), yang sempat diprofilkan dalam program bertajuk Indonesia's Game Changers dari stasiun televisi CNA.

Sarimin dan istrinya dianggap menginspirasi banyak orang dengan membuat warung makan yang hanya menerima sampah plastik untuk membayar makanan.

Tentu saja, plastik yang digunakan untuk mengganti uang itu adalah jenis plastik yang bisa didaur ulang.

" Sampah plastik bisa ditukarkan di warung untuk membeli makan dan minum.

Jenis sampah plastiknya yang bisa didaur ulang, seperti gelas plastik dan botol bekas air mineral, tas plastik bekas, dan yang lainnya," kata Sarimin saat ditemui Kompas.com, Minggu (3/11/2019) sore.

 Kabar Terkini Malinda Dee, Terdakwa Penggelapan Uang Nasabah yang Pernah Viral karena Silikon Pecah

Sarimin lalu menjelaskan, biasanya sampah plastik yang dibawa dari pemulung akan ditimbang, kemudian ditukarkan dengan seporsi makanan di warung kecil miliknya.

Lalu, para pemulung bisa menikmati menu yang ada di warung milik Sarimin yang menyediakan berbagai ragam lauk-pauk, seperti lele, mangut, tahu, tempe, dan sambal.

Sarimin pun tak memasang harga mahal. Jadi tak heran banyak pemulung yang setiap hari datang ke warungnya.

"Pemulung datang bawa sampah plastik, lalu ditimbang minimal harus bawa 20 kilogram, biasanya seharga Rp 20.000.

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

Editor: Asytari Fauziah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved