Polisi Dalami Dugaan Korupsi di Balik Kasus Robohnya SDN Gentong yang Tewaskan Murid dan Guru

"Kami sedang dalami dugaan kasus korupsi dari peristiwa robohnya gedung SD di Kota Pasuruan," katanya

Polisi Dalami Dugaan Korupsi di Balik Kasus Robohnya SDN Gentong yang Tewaskan Murid dan Guru
Tribunjatim.com/Luhur Pambudi
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI 

TRIBUNNEWS.COM, PASURUANPenyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur akan mendalami dugaan kasus korupsi di balik kasus robohnya gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gentong di Kota Pasuruan.

"Kami sedang dalami dugaan kasus korupsi dari peristiwa robohnya gedung SD di Kota Pasuruan, karena pembangunan menggunakan anggaran negara," kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi, Minggu (10/11/2019) malam.

Baca: Antisipasi Sekolah Ambruk Terulang, Muhadjir Effendy Gandeng Tim Ahli dari SMK dan Perguruan Tinggi

Untuk itu, pemeriksaan saksi akan terus dilakukan kepada pihak-pihak terkait,.

Mulai dari mulai pejabat SDN Gentong, hingga pihak kuasa pengguna anggaran.

Polisi juga akan memeriksa pejabat Dinas Pendidikan Kota Pasuruan.

"Semua yang terkait akan diperiksa oleh penyidik," kata Barung.

Setelah melakukan gelar perkara pada Jumat malam lalu, penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim menetapkan dua orang berinisial S dan D sebagai tersangka.

Ruang kelas SDN Gentong Pasuruan yang atapnya ambruk.
Ruang kelas SDN Gentong Pasuruan yang atapnya ambruk. (surya/galih lintartika)

Keduanya merupakan pihak swasta yang mengerjakan pembangunan gedung SDN Gentong.

Mereka dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Diberitakan sebelumnya, gedung kelas SDN Gentong di Kota Pasuruan, ambruk pada Selasa (5/11/2019) pagi.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved