Cerita Kapolsek Iptu Akbar yang Rela Bersimpuh di Depan Massa Bersenjata, hingga Selamatkan Nyawa

Akbar bercerita, saat itu puluhan warga menolak tambang ilegal di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Cerita Kapolsek Iptu Akbar yang Rela Bersimpuh di Depan Massa Bersenjata, hingga Selamatkan Nyawa
TribunMataram Kolase/ Facebook
Kapolsek Cempa bersimpuh memohon pada massa tak main hakim sendiri 

TRIBUNNEWS.COM - Kapolsek Cempa di Kabupaten Pinrang, Iptu Akbar, bersimpuh saat massa yang membawa senjata tajam memukuli pekerja tambang di daerah itu.

Akbar bercerita, saat itu puluhan warga menolak tambang ilegal di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Pekerja tambang yang ada di lokasi saat itu menjadi bulan-bulanan massa.

Melihat pekerja tambang yang dipukuli dan hendak dibacok, Akbar berinisiatif untuk bersimpuh di depan massa yang meradang.

Baca: Viral Aksi Kapolsek Cempa Bersimpuh ke Massa Cegah Penganiayaan ke Penambang Pasir

Baca: Dituduh Tak Pernah Bagikan Keuntungan SPBU, Ayah Kandung di Parepare Digugat Anak Sendiri

Dirinya memohon agar warga tidak bertindak anarkistis terhadap korban.

Melihat apa yang dilakukan Akbar, emosi warga pun mereda.

"Saat terjatuh, korban kemudian nyaris ditebas oleh warga yang sudah menghunuskan golok."

"Karena situasi emosi, saya kemudian berinisiatif bersimpuh, memohon agar tidak menebas korban," kata Akbar, Senin (11/11/2019).

Baca: Video Viral hingga Diunggah Akun Polri, Aksi Kapolsek Cempa Berlutut ke Warga yang Marah saat Demo

Aksi Akbar itu akhirnya bisa menyelamatkan hidup pekerja tambang.

Kapolsek Cempa bersimpuh memohon pada massa tak main hakim sendiri
Kapolsek Cempa bersimpuh memohon pada massa tak main hakim sendiri (TribunMataram Kolase/ Facebook)

Akbar merupakan sosok yang cukup disegani oleh warga Pinrang.

Ia lebih dikenal sebagai polisi yang ramah.

"Iptu Akbar di kalangan polisi dan warga dikenal sebagai polisi yang berkepribadian baik dan suka menolong," kata Wakapolres Pinrang Kompol Nugraha Pamungkas. 

(Kompas.com/Suddin Syamsuddin)

Editor: Garudea Prabawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved