BKSDA Pasang 2 Jebakan untuk Harimau yang Berkerliaran di Desa Pulau Panas Lahat

Jebakan itu terbuat dari bahan kawat dan batang kayu yang diisi dengan umpan untuk menarik harimau tersebut masuk

BKSDA Pasang 2 Jebakan untuk Harimau yang Berkerliaran di Desa Pulau Panas Lahat
Kompas.com/Dok. BKSDA Sumsel Wilayah II Lahat
Jebakan Harimau dipasang oleh BKSDA Sumsel Wilayah II Lahat di Desa pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Selasa (19/11/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, LAHATBalai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Wilayah II lahat memasang dua jebakan di Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, untuk menangkap harimau yang berkeliaran.

Jebakan itu terbuat dari bahan kawat dan batang kayu yang diisi dengan umpan untuk menarik harimau tersebut masuk.

Baca: Cerita Junai si Orangutan Buta Akibat Tertembus Peluru, Kini Melanjutkan Hidup di Gunung Tarak

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Martialis Puspito mengatakan, jebakan tersebut dipasang sementara sembari menunggu tim evakuasi dan alat dari Palembang untuk mengevakuasi harimau Sumatera tersebut.

"Total dua kandang jebakan yang dipasang. Kami minta masyarakat jangan membunuh satwa yang dilindungi ini," kata Martialis, Selasa (19/11/2019).

Menurut Martialis, mereka telah melakukan sosialisasi bersama Koramil, perangkat desa dan tokoh masyarakat yang ada di sekitar Desa Pulau Panas, untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di kebun, sampai kondisi kembali aman.

Selain itu, masyarakat juga diminta agar tidak melakukan hal yang dapat memicu harimau keluar dari hutan.

"Masyarakat jangan memancing hal itu. Kami imbau jika ada jejak atau melihat segera lapor. Kami antisipasi agar satwa ini cepat dievakuasi," ujar dia.

Petugas dari BKSDA pun sementara waktu disiagakan di lokasi kejadian, untuk mencegah adanya kemunculan harimau tersebut.

"Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Gunung Patah juga dilibatkan untuk memasang kamera trap," ujar dia.

Baca: 

Harimau Terkam Wisatawan yang Sedang Berkemah di Gunung Dempo

Diberitakan sebelumnya, Kuswanto (57), petani kopi di Kabupaten Lahat tewas diterkam harimau ketika sedang menebang pohon tak jauh dari kebun miliknya.

Akibat terkaman tersebut, Kuswanto meninggal di tempat, setelah mengalami luka di sekujur tubuhnya.

Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK Putra

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Takut Ada korban Lagi, BKSDA Pasang 2 Jebakan untuk Tangkap Harimau

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved