Ratusan Mahasiswa Ikuti Aksi 'Candi Darling', Hijaukan Situs Ratu Boko dan Candi Ijo

Gerakan Siap Darling mengajak generasi milenial untuk tidak sakedar peduli, namun terlibat langsung melakukan aksi nyata penghijauan candi

Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Puluhan Darling Squad yang sebagian besar mahasiswa menanam bibit pohon di kegiatan Siap Sadar Lingkungan (Darling) yang diinisiasi Bakti Lingkungan Djarum Foundation di situs Candi Ratu Boko, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Situs Ratu Boko menjadi salah satu warisan budaya yang telah diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).

Peninggalan sejarah ini juga menjelma menjadi primadona generasi milenial untuk berswafoto karena menyajikan pesona alam Yogyakarta yang indah, terutama di sore hari (sunset).

Dari total kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara pada 2018, sebanyak 306.338 wisatawan yang didominasi anak muda.

Puluhan Darling Squad yang sebagian besar mahasiswa menanam bibit pohon di kegiatan Siap Sadar Lingkungan (Darling) yang diinisiasi Bakti Lingkungan Djarum Foundation di situs Candi Ratu Boko, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/11/2019).
Puluhan Darling Squad yang sebagian besar mahasiswa menanam bibit pohon di kegiatan Siap Sadar Lingkungan (Darling) yang diinisiasi Bakti Lingkungan Djarum Foundation di situs Candi Ratu Boko, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/11/2019). (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)
"Mayoritas pengunjung datang di sore hari untuk berswafoto di gapura utama Situs Ratu Boko," kata Wiharjanto, General Manager PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Ratu Boko, dilansir Warta Kota, Selasa lalu.

Kompleks Situs Ratu Boko berada di Jalan Raya Piyungan-Prambanan Km 2, Gatak, Bokoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Jika dilihat dari etimologinya, situs purbakala Ratu Boko terletak 3 kilometer dari Candi Prambanan, atau berada di 18 Km sebelah timur Kota Yogyakarta dan 50 Km barat daya Kota Solo, Jawa Tengah.

Meski memiliki pesona lima gapura megah yang dipercaya sebagai sisa-sisa bangunan Keraton Ratu Boko, menurut Wiharjanto, lokasi seluas 250.000 m2 ini seringkali berhawa sangat panas di siang hari.

Dari kepedulian merawat bumi dan warisan sejarah, Bakti Lingkungan Djarum Foundation menggelar kegiatan Candi Sadar Lingkungan di Situs Ratu Boko dan Candi Ijo bersama ratusan mahasiswa.

Di kegiatan ini, ratusan mahasiswa itu menanam ribuan tanaman perdu dan juga semak berbunga.

FX Supanji, Vice President Director Djarum Foundation, menanam bibit pohon di kegiatan Siap Sadar Lingkungan (Darling) yang diinisiasi Bakti Lingkungan Djarum Foundation di situs Candi Ratu Boko, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/11/2019).
FX Supanji, Vice President Director Djarum Foundation, menanam bibit pohon di kegiatan Siap Sadar Lingkungan (Darling) yang diinisiasi Bakti Lingkungan Djarum Foundation di situs Candi Ratu Boko, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/11/2019). (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)

FX Supanji, Vice President Director Djarum Foundation, mengatakan, kegiatan Candi Darling adalah bagian program Siap Sadar Lingkungan (Darling) yang diinisiasi Bakti Lingkungan Djarum Foundation.

Gerakan Siap Darling mengajak generasi milenial untuk tidak sakedar peduli, namun terlibat langsung melakukan aksi nyata tanpa menambah jejak-jejak kerusakan pada bumi.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved