Minggu, 31 Agustus 2025

Ungkapan Ayah Pesilat Cilik yang Tewas Ditendang Perutnya

Bekas perlengkapan saat prosesi pemakaman remaja itu masih terlihat, di antaranya tenda untuk memayungi tamu di rumah duka.

Editor: Hendra Gunawan
Adi Surya Samodra/Tribun Solo
Kediaman orang tua MA yang tewas saat berlatih pencak silat 

Kematian MA yang merupakan siswa MTS di Sragen itu diduga karena mendapatkan latihan fisik dan tendangan dari seniornya, berinisial FAS (16) asal Dusun Donoyudan, Kalijambe, Sragen.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban latihan di Dukuh Ngrendeng, RT 22, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong.

Informasi yang diterima TribunSolo.com, saat itu korban mengikuti latihan uji kekuatan perut.

Plt Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan membenarkan kejadian itu.

“Betul, ada kejadian itu,” ucap AKP Harno kepada TribunSolo.com, Senin (25/11/2019).

Harno mengungkapkan kejadian malang itu terjadi saat PSHT melakukan latihan di Dukuh Ngerendeng RT 22, Dusun Kaloran, Kecamatan Gemolong, Sragen pada Minggu (24/11/2019) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Sudah kita amankan, sudah kita mintai keterangan,” ungkap Harno.

“Memang benar yang bersangkutan nendang (menendang) di bagian perut,” imbuhnya membeberkan.

Adapun senior yang diduga menendang tersebut lanjut mantan Kasatreskrim Polres Sragen itu, telah meringkuk di Mapolres Sragen.

“Sudah kita amankan di kantor untuk kita lakukan proses penyelidikan,” ujar Harno. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Ayah dari Pesilat Cilik PSHT yang Tewas saat Latihan di Gemolong Sragen Ikhlas, Ini Ungkapan Hatinya

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan