Breaking News:

Dosen Dicopot Dari Jabatannya Setelah Ungkap Ada Mahasiswa Unej Terpapar Radikalisme

Pencopotan ini sepekan setelah dia menyampaikan hasil penelitiannya tentang mahasiswa Unej yang terpapar paham radikalisme.

Sri Wahyunik/Surya
Akhmad Taufiq dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember (Unej). Pencopotan ini diduga akibat ia mengungkap hasil penelitiannya bahwa 22 persen mahasiswa Unej terpapar radikalisme. 

"Ya, saya sudah menerima undangan serah terima jabatan itu. Harusnya tadi pagi, namun diundur besok," ujar Taufiq kepada Surya.co.id.

Taufiq menegaskan, dia tidak mempersoalkan pemberhentian dirinya dari jabatan Ketua LP3M. Menurutnya hal itu merupakan hak prerogatif Rektor Unej.

Ketika dikonfirmasi apa penyebab dirinya diberhentikan, Taufiq menjawab itu bukan wewenangnya menjawab penyebab pencopotan itu.

"Saya tidak pernah dipanggil atau dimintai klarifikasi. Apa sebabnya itu ranah rektor. Yang pasti saya legawa dan menerima keputusan ini," tegasnya.

Taufiq juga tidak mengetahui secara pasti apakah pemberhentiannya terkait paparan hasil pemetaan radikalisme di kalangan mahasiswa Unej itu.

Hanya saja Taufiq kembali menegaskan kalau hasil pemetaan itu bukanlah hoaks.

"Kalau itu disebut hoaks maka akan saya lawan. Itu benar adanya.

Dan memang sudah ada upaya-upaya yang dilakukan terkait deradikalisasi. Itu juga saya sampaikan di forum," tegasnya.

Ketika disinggung apakah hasil pemetaan itu merupakan 'rahasia' dan hanya untuk kebutuhan internal Unej, Taufiq tidak menampiknya.

Hasil penelitian itu dipakai untuk kebutuhan internal.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved