Deputi Pengkajian dan Materi Paparkan GBHIP kepada Ormas Se- Kota Bandung

Deputi Pengkajian dan Materi Paparkan GBHIP kepada Ormas se- Kota Bandung

Deputi Pengkajian dan Materi Paparkan GBHIP kepada Ormas Se- Kota Bandung
ISTIMEWA
Deputi Pengkajian dan Materi, Prof. Dr. FX Adji Samekto.

TRIBUNNEWS.COM,BANDUNG-Deputi Pengkajian dan Materi, Prof. Dr. FX Adji Samekto menjelaskan Garis Besar Haluan Ideologi Pancasila (GBHIP) di hadapan organisasi keagamaan dan kepemudaan se-kota Bandung, Jawa Barat.

Baca: Komisi X DPR Dukung BPIP Jadikan Pancasila Mata Pelajaran Wajib

Organisasi kagamaan dan kepemudaan yang hadir antara lain berasal dari: HKTI, FKPPI, Pemuda Karya, Organisasi Kelompok Cipayung, Fatayat NU, Pemuda Muhammadiah, Pemuda PERSIS dan sejumlah ormas keagamaan dan kepemudaan lainnya.

Baca: BPIP Gelar Musyawarah Nasional Pemantapan Pancasila dengan Pejabat BUMN

Prof. Adji menerangkan GBHIP telah disusun sejak Desember 2018, ditandatangani oleh Ibu Ketua Dewan Pengarah BPIP Dr.(HC). Hj. Megawati Soekarnoputeri serta anggota Dewan Pengarah BPIP yang lainnya pada 1 Agustus 2019.

“Pancasila sebagai ideologi bukan sekadar mengatur tingkah laku, tidak seperti itu. Jika hanya seperti itu, itu mereduksi Pancasila," kata dia.

Baca: Kemendagri Sebut Pernyataan FPI tentang Kesetiaan pada Pancasila Terpisah dari Anggaran Dasarnya

"Lebih dari sekadar mengatur tingkah laku, Pancasila juga merupakan welthanschauung atau pandangan hidup (way of life) yang harus direalitetkan/diwujudkan ke dalam sasaran-sasaran pembangunan," lanjutnya.

Sasaran-sasaran pembangunan itu, yang kemudian dirumuskan dalam GBHIP.

Menurut penjelasan Prof. Adji GBHIP dirumuskan berdasarkan naskah-naskah dokumen negara yang disusun oleh tokoh-tokoh pendiri bangsa pada era 1950-an (era di penguatan terhadap nilai-nilai Pancasila dilakukan).

Baca: Peneliti LIPI: BPIP Jangan Mengulang Cara P4 di Masa Orba

Dokumen-dokumen negara tersebut diperoleh dari Keluarga Bung Hatta, Bung Yamin dan keluarga tokoh-tokoh pendiri bangsa lainnya.

Prof. Adji juga menerangkan sumber utama dari GBHIP adalah Pidato Ir. Soekarno 1 Juni 1945 dalam Sidang BPUPK di Jalan Pejambon, Jakarta Pusat. Pidato tersebut dikenal sebagai Pidato Pancasila 1 Juni.

Menurut Prof. Adji, nilai-nilai Pancasila yang digali Bung Karno dari dalam Bumi Indonesia dicetuskan pada Pidato 1 Juni 1945. Selanjutnya terjadi dialektika di anatara tokoh-tokoh pendiri Bangsa Indonesia, seperti pada 22 Juni 1945.

Halaman
12
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved