Warga Aljazair Ini Kagum Lihat Suburnya Tanaman Tin di Wonosobo, Ia Rela Datang Berguru ke Petani
di Indonesia yang hanya memiliki dua musim, tanaman Tin lebih rajin berbuah karena tak terpapar suhu ekstrem.
TRIBUNNEWS.COM, WONOSOBO - Heri Hermawan terkaget, seorang pria berparas Timur Tengah tiba-tiba mendatangi rumahnya di Desa Kalimendong, Leksono Wonosobo.
Ia mengenalkan diri bernama Fateh, warga negara Aljazair Afrika.
Kedatangan Fateh amat mengejutkan baginya.
Heri tambah heran karena kedatangan Fateh ke rumahnya bukan sekadar plesiran.
Ia sengaja datang ke Indonesia untuk menggali pengetahuan tentang budidaya tin kepada petani desa sepertinya.
Tetapi, bukankah habitat Tin adalah tanah Afrika atau Timur Tengah, tempat Fateh bertinggal.
Bukankah di habitat aslinya Tin bisa tumbuh lebih subur.
Masyarakat sana pun mungkin lebih ahli membudidayakan tanaman lokal karena terbiasa.
Pandangan itu ternyata belum tentu benar.
Jika budidaya Tin di Indonesia tak lebih baik dari negara asalnya, rasanya tak mungkin Fateh rela buang uang dan tenaga untuk datang ke bumi nusantara.
Julukan gemah ripah lohjinawi untuk negeri ini tak berlebihan memang.
Banyak varietas tanaman asal luar negeri yang berhasil dibudidayakan dan tumbuh subur di Indonesia, Tin di antaranya.
Bahkan, tak jarang budidaya tanaman luar negeri di Indonesia lebih baik hasilnya ketimbang di habitat aslinya.
Suburnya tanaman Tin di Desa Kalimendong Wonosobo nyatanya membuat Fatih terpana.
Bagaimana tidak, di Aljazair, kata Heri, tanaman Tin baru mau berbuah saat usia dua tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/fateh-dari-aljazair-berkunjung-ke-kebun-tin-milik-heri-hermawan.jpg)