Minggu, 12 April 2026

Serangan Harimau

Diduga Tewas Dimangsa Harimau, Makam Asfani Dibongkar

Makam Asfani alias Aswadi (56), korban diduga dimangsa harimau dibongkar. Pembongkaran tersebut dilakukan untuk kepentingan autopsi.

Editor: Dewi Agustina
Handout
Cari penyebab kematian korban diduga dimangsa harimau, makam Asfani, warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, dibongkar, Senin (23/12/2019). 

Tragisnya lagi, struktur tubuh Asfani sudah tidak utuh dan ditemukan secara terpisah.

Benda yang diduga potongan tulang tubuh mendiang Asfani.
Benda yang diduga potongan tulang tubuh mendiang Asfani. (Handout)

Rahmat, Adik ipar Asfani menuturkan korban ditemukan tewas di kebun kopi di kawasan hutan yang berjarak sekitar 30 km dari desa setempat.

Sebelum ditemukan, Volta (16) anak ketiga korban bermaksud mengantarkan beras dan makanan kepada ayahnya yang sudah tiga minggu bermalam di kebun kopi.

Namun, setibanya di pondok kebun, Volta tidak mendapati ayahnya dan berusaha mencari di sekitaran pondok.

Baca: Menunggu Durian Runtuh di Kebun, Suwadi Mendadak Dimangsa Harimau Hingga Tewas, Jasadnya Membusuk

Baca: Mendadak Diterkam Harimau di Kebun Kopi, Tubuh Suwadi Tercabik-cabik, Kerangka Dada Lenyap

Malang, pencariannya tidak berhasil dan kembali memutuskan untuk pulang ke desa untuk menanyakan kepada keluarga.

"Karena tidak ketemu Volta kembali ke desa dan menemui saya. Menyampaikan jika ayahnya tidak ada di kebun. Kemudian saya mengajak Volta, Alan, Jhon Kenedy, Suhardi dan juga Sarpan untuk mencarinya," kata dia.

"Waktu itu saya takut ada apa-apa karena tidak biasa korban tidak ada," cerita Rahmat, seraya mengatakan jika anaknya Volta rutin seminggu sekali mengantarkan bekal untuk sang ayah.

Tiba di kebun Asfani, diungkapkan Rahmat, langsung dilakukan pencarian.

Ia juga terkejut dan cemas ketika ia dan rekannya yang lain menemukan topi dan arit milik korban.

"Disitu, kami sudah berpikir ada yang tak beres yang menimpa korban. Benar saja, saat terus mencari ditemukan paha kiri korban yang berjarak sekitar 50 meter dari pondok. Kemudian berjarak sekitar 40 meter ditemukan tangan dan dari situ atau sekitar 50 meter ditemukan kerangak kepala," ujar dia.

Sejauh ini yang belum ditemukan yakni bagian badan karena hujan deras saat dalam pencarian itu.

Baca: Petani Kopi di Muara Enim Tewas, Diseret dan Dicabik-cabik Seekor Harimau, Ini Kronologinya

Baca: Ammar Zoni Disebut Kayak Harimau, Irish Bella Bongkar Sifat Asli Suami: Balasan Langsung dari Allah

"Korban ini sudah tiga minggu bermalam di kebun. Selain merawat kopi saat ini korban sedang menunggu buah durian yang mulai membesar karena takut dimakan kera. Ya kami yakin itu kakak ipar kami. Apalagi ditemukan pakaianya," tuturnya.

Saat kejadian korban hanya sendiri sehingga tidak ada yang melihat penyebab korban tewas,..

"Namun, kuat dugaan karena kami melihat ada tapaknya," ujarnya.

Penemuan jejak kaki harimau sumatera di perkebunan Desa Kuala Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Jumat (6/12/2019).
Penemuan jejak kaki harimau sumatera di perkebunan Desa Kuala Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Jumat (6/12/2019). (BKSDA Riau)

Ditemukannya korban bermula dari mengikuti jalur tapak tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved