Selasa, 28 April 2026

Serangan Harimau

Tulang, Rahang dan Usus Korban Diserang Harimau Dimakamkan Setelah Proses Autopsi Selesai

Tulang dan beberapa bagian tubuh yang diduga adalah Asfani alias Aswadi (56) yang tewas diduga diterkam harimau akan dimakamkan dalam satu liang lahat

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Dok Polsek Mulak Ulu
Cari penyebab kematian korban diduga dimangsa harimau, makam Asfani warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, digali, Senin (23/12/2019). 

Namun, setibanya di pondok kebun, Volta tidak mendapati ayahnya dan berusaha mencari di sekitaran pondok.

Warga yang mencari potongan tubuh Asfani yang diduga tewas diterkam harimau.
Warga yang mencari potongan tubuh Asfani yang diduga tewas diterkam harimau. (Handout)

Malang, pencariannya tidak berhasil dan kembali memutuskan untuk pulang ke desa untuk menanyakan kepada keluarga.

"Karena tidak ketemu Volta kembali ke desa dan menemui saya. Menyampaikan jika ayahnya tidak ada di kebun. Kemudian saya mengajak Volta, Alan, Jhon Kenedy, Suhardi dan juga Sarpan untuk mencarinya," kata dia.

"Waktu itu saya takut ada apa-apa karena tidak biasa korban tidak ada," cerita Rahmat, seraya mengatakan jika anaknya Volta rutin seminggu sekali mengantarkan bekal untuk sang ayah.

Tiba di kebun Asfani, diungkapkan Rahmat, langsung dilakukan pencarian.

Ia juga terkejut dan cemas ketika ia dan rekannya yang lain menemukan topi dan arit milik korban.

"Disitu, kami sudah berpikir ada yang tak beres yang menimpa korban. Benar saja, saat terus mencari ditemukan paha kiri korban yang berjarak sekitar 50 meter dari pondok. Kemudian berjarak sekitar 40 meter ditemukan tangan dan dari situ atau sekitar 50 meter ditemukan kerangak kepala," ujar dia.

Sejauh ini yang belum ditemukan yakni bagian badan karena hujan deras saat dalam pencarian itu.

"Korban ini sudah tiga minggu bermalam di kebun. Selain merawat kopi saat ini korban sedang menunggu buah durian yang mulai membesar karena takut dimakan kera. Ya kami yakin itu kakak ipar kami. Apalagi ditemukan pakaianya," tuturnya.

Saat kejadian korban hanya sendiri sehingga tidak ada yang melihat penyebab korban tewas,..

"Namun, kuat dugaan karena kami melihat ada tapaknya," ujarnya.

Ditemukannya korban bermula dari mengikuti jalur tapak tersebut.

"Makanya keluarga juga setuju membawa ke RSUD sehingga bisa mendapat petunjuk atas kematian korban," ujarnya, saat ditemui di Kamar Mayat RSUD, Lahat.

Sementara, pihak RSUD Lahat, dr Ira, yang memeriksa tubuh korban hingga saat ini belum dapat disimpulkan penyebab korban meninggal terlebih saat ini struktur tubuh korban sudah tak utuh.

Namun, kata dr Ira, korban sudah meninggal lebih dari 24 jam dan ada belatung.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved