Kisah Janda di Wonogiri Ditangkap di Kampung Halamannya dan Dideportasi ke Denmark

Kantor Imigrai Kelas 1 TPI Solo telah mendeportasi 9 WNA dalam kurun waktu tahun 2019.

Kisah Janda di Wonogiri Ditangkap di Kampung Halamannya dan Dideportasi ke Denmark
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Sejumlah warga negara Bangladesh menjalani proses deportasi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Sumatera Utara, Jumat (11/1/2018). Kantor Imigrasi Belawan mendeportasi 30 warga negara Bangladesh ke negara asalnya yang sebelumnya diamankan oleh personel Polda Sumut pada Desember 2018 lalu di kawasan Tanjung Tiram, Batubara yang akan diselundupkan ke Malaysia melalui jalur ilegal. (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI) 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Kantor Imigrai Kelas 1 TPI Solo telah mendeportasi 9 WNA dalam kurun waktu tahun 2019.

WNA terdiri tujuh orang lelaki dan dua perempuan. 

Satu di antara perempuan itu merupakan kelahiran Kabupaten Wonogiri, yang telah beralih kewarganegaraan Denmark.

Dituturkan, 9 WNA tersebut masing-masing berasal dari India, Jepang, China, Jerman, Yaman, Malaysia, Amerika Serikat, Denmark dan Tajikistan.‎

"Untuk warga Denmark, dia sudah overstay selama tiga tahun.

Memang, dia dulunya adalah orang Wonogiri, namun sudah alih kewarganegaraan menjadi warga Denmark," ujarnya.

Plt Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I TPI, Lucky Budi Darmawan, menerangkan lebih lanjut, warga Denmark tersebut mulanya adala perempuan‎ kelahiran Wonogiri.

Selanjutnya, ia kemudian bekerja di luar negeri dan menikah dengan warga negara Denmark.

"Setelah suaminya meninggal, ia kemudian pulang ke Wonogiri ke rumah keluarganya.

Namun, statusnya masih tetap menjadi warga negara ‎Denmark," terang Lucky.

Lantaran tak memperpanjang dokumen keimigrasian, janda asal Denmark tersebut dideportasi.

"Untuk membayar denda overstay pun sudah tidak memungkinkan.

Halaman
123
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved