Kasus Bayi Merah dan Mr X yang Tewas Mengenaskan Belum Bisa DIungkap Polres Banjar

Polisi akan terus melakukan pendalaman kasus tersebut, hingga dapat menemukan siapa pelaku pembunuhan

Kasus Bayi Merah dan Mr X yang Tewas Mengenaskan Belum Bisa DIungkap Polres Banjar
Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan
Kasat Reskrim Iptu Muhammad Rizky Fernandes 

Laporan Wartawan Banjarmasin Post Nia Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Warga Desa Tangkas, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dihebohkan temuan bayi 'merah' (baru dilahirkan) di kampung setempat pada Minggu (15/12/2019) malam lalu.

Bayi terbungkus kain putih dalam sebuah tas dengan kondisi tak bernyawa.

Hingga kini, Selasa (31/12) belum ditemukan pelaku pembuang bayi malang tersebut.

Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo SIK MH melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Rizky Fernandes mengatakan hingga kini pihaknya masih belum dapat mengungkap siapa pelaku pembuang bayi yang berjenis kelamin perempuan itu.

Hal itu dikarenakan minimnya saksi mata, dan diduga pelaku berasal dari luar Desa Tangkas.

"Terkait temuan bayi masih pendalaman, saksi minim hanya satu orang, ada indikasi bukan orang desa sana, " kata Iptu Rizky.

Ia juga menuturkan, pihaknya akan terus melakukan pendalaman kasus tersebut, hingga dapat menemukan siapa pelakunya.

Kasus lainnya yang masih misterius yakni temuan Mayat yang tidak diketahui identitasnya alias Mr X yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Pada tubuh ada 12 mata luka, ditemukan warga di pinggir jurang, Selasa (12/11) sekitar pukul 18.00 Wita.

Lokasi penemuan Jasad Mr X tepatnya di Dusun Danau Holing, Desa Paramasan Bawah, Kabupaten Banjar.

"Belum terungkap saksi masih minim, saksi ada tiga orang, menyatakan tidak tahu sama sekali. Korban umur 50an diduga pendatang di sana, keterangan masyarakat sekitar baru pertama kali di paramasan atas," katanya.

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Polres Banjar Masih Belum Bisa Mengungkap Kasus Bayi Merah dan Mr X yang Tewas Mengenaskan

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved