Curhat Kakek Samirin, Pungut Getah Karet Rp 17 Ribu untuk Ditukarkan Rokok Divonis 2 Bulan Penjara

Seorang kakek (68) di Simalungun, Sumatera Utara, divonis 2 bulan penjara lantaran dituduh mencuri getah pohon karet seberat 1,9 kilogram.

YouTube Najwa Shihab
Kakek Samirin dalam acara Mata Najwa Trans7 (Tangkap Layar YouTube Najwa Shihab). 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang kakek (68) di Simalungun, Sumatera Utara, divonis 2 bulan penjara lantaran dituduh mencuri getah pohon karet seberat 1,9 kilogram.

Sedangkan berat 1,9 kilogram getah karet itu senilai Rp 17.480.

Samirin memungut getah karet ini di kebun PT Bridgestone, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Dalam acara Mata Najwa Trans7 yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis (23/1/2020), Samirin menceritakan kronologi peristiwa yang membuat dirinya dituduh mencuri getah karet.

Terdakwa Samirin usai menjalani persidangan dengan agenda vonis di Ruangan Cakra Pengadilan Simalungun, Rabu (15/1/2020)
Terdakwa Samirin usai menjalani persidangan dengan agenda vonis di Ruangan Cakra Pengadilan Simalungun, Rabu (15/1/2020) (Tribun Medan)

Samirin sehari-hari bekerja sebagai penggembala lembu.

Saat dirinya hendak pulang sehabis menggembala lembu, ia melihat ada getah karet, lalu mengambilnya.

Samirin tahu jika pohon karet tersebut milik perusahaan.

Ia mengaku, itu kali pertama ia mengambil getah pohon karet tersebut.

Lantaran getah pohon karet tersebut sudah jatuh-jatuh di tanah, ia pun memungutnya.

"Kebetulan (mengambil getah karet), ngambil pakai mangkok, ditaruh plastik hitam," kata Samirin.

Halaman
123
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved