Siswi SMP Tewas di Gorong-gorong, Ibunda Tunjukan Catatan Tangan Bertuliskan Cita-cita Sang Anak
Sebuah catatan tangan yang ditulis DS ditunjukan Wati kepada rekan media di rumahnya, Senin (3/2/2020) menyebut dirinya memiliki cita-cita jadi Polwan
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
Dugaan tersebut lantaran lubang gorong-gorong sekolah DS berukuran kecil.
"Tapi kenapa tubuh anak saya yang lebih besar bisa masuk ke sana?," kata Wati.
"Saya minta pelakunya dihukum seberat-beratnya, dihukum mati," tegas Wati.
3. Sang Ayah Tak Hadiri Pemakaman DS
Wati menyampaikan, ayah DS tidak menghadiri pemakaman sang putri yang dilaksanakan pada Rabu (29/1/2020).
Dikutip dari Kompas.com, berdasar keterangan Wati, sejak DS ditemukan tewas, ayah DS tidak datang dan berkunjung.
"Pokoknya saya ingin itu pelakunya cepat tertangkap oleh Polisi dan dihukum berat," terangnya.
4. DS Kerap Dibully
Ibunda DS, mengaku sang anak selama ini tak pernah memiliki teman di sekolah.
Apalagi teman yang berasal dari luar kampungnya.
"Paling ada teman dekatnya anak saya, Silfia," kata Wati.
"Itu juga anaknya asal kampung sini sama, paling temannya itu yang suka sama anak saya semasa hidupnya," tuturnya.
Berdasar keterangan keluarga, DS sering terlihat murung sepekan sebelum menghilang dan ditemukan tewas di gorong-gorong.
"Kata ibu korban, korban sering di bully di sekolah," ungkap kerabat korban, Ade Munir pada Senin (27/1/2020).
"Dikatai bau lontong, karena ibunya berdagang lontong," tambahnya.