Pria Kefamenanu Rudapaksa Pacarnya yang Masih ABG, Dilakukan Usai Mabuk Miras

Beberapa orang sudah dimintai keterangan, ternasuk korban, pelaku, dan saksi yang merupakan teman pelaku

Ilustrasi 

S tiga merudapaksa anak tirinya itu.

Dan itu dilakukan pada Desember tahun lalu.

Terakhir kali, kata kasat reskrim, aksi dilakukan pada 29 Desember 2019.

Dari rumah saudaranya tersebut, pelaku kemudian pulang ke rumah bersama dengan korban.

Tim Reskrim Polres Muarojambi mengamankan tersangka berinisial S (56), ayah tiri yang telah melakukan pencabulan terhadap anaknya.
Tim Reskrim Polres Muarojambi mengamankan tersangka berinisial S (56), ayah tiri yang telah melakukan pencabulan terhadap anaknya. (Tribun Jambi/Samsul Bahri)

Namun, dalam perjalanan, tersangka menyuruh korban untuk turun dan membawa korban ke dalam kebun sawit.

"Di waktu itulah, pelaku merayu korban untuk melakukan hal tak senonoh, tapi korban tidak mau dan berontak bahkan sempat berusaha lari tapi berhasil ditangkap oleh pelaku.

Saat itulah korban dianiaya oleh pelaku dengan cara membenturkan badan korban ke pohon sawit," beber Khoirunnas.

Tidak sampai di situ, ayah yang sudah berkepala lima itu mengikat kaki dan tangan korban.

“Setelah itu pelaku mengancam kepada korban agar tidak menceritakan hal tersebut kepada orang lain. Pelaku mengancam akan membunuh korban, jika menceritakan hal itu," ujarnya.

Gigi akhirnya memberanikan diri menceritakan peristiwa getir itu kepada ibunya.

Karena sang ibu tidak terima, akhirnya sang ibu melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Namun, sambung kasat reskrim, tersangka melarikan diri.

S akhirnya ditangkap oleh tim Satreskrim Polres Muarojambi pada Selasa (11/2) sekitar pukul 18.00.

Ia dibekuk di Dusun Rimbo Hantui, Desa Muaro Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Menurut polisi, pelaku merudapaksa Gigi pertama kalai pada awal Desember 2019. Itu dilakukan di kebun karet.

Kedua pada pada pertengahan Desember di perkebunan sawit.

"Korban tidak berani mengungkapkan pada keluarganya karena mendapat ancaman dari tersangka.

Tersangka ancam akan membunuh korban jika mengungkap perbutannya kepada orang lain," pungkasnya.

Ia menyebutkan tersangka diduga melakukan kekerasan dengan ancaman dan dikenakan Pasal 76 D Jo Pasal 1 ayat (1), (2) dan (3) UU nomor 23 Tahun 2002 tetang Perlindungan Anak.

"Sudah kita lakukan penahanan terhadap pelaku dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka, pasal yang disangkakan bahwa tersangka melakukan kekerasan terhadap anak dengan memaksa melakukan persetubuhan," jelas Khoirunnas. (Tribun Jambi/Samsul Bahri)

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Seusai Nikmati Miras sampai Mabuk, Pria Ini 'Nikmati' Tubuh Pacarnya, Gituan di Belakang Kamar Kos

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved