Hilangkan Jejak, Totok Pel Lantai Hapus Darah Jasad Mertua Yang Dia Bunuh

Pemeriksaan terhadap Totok Dwi Prasetyo yang membunuh Siti Fadilah, ibu mertuanya sendiri, masih terus berlangsung di Polresta Sidoarjo.

Hilangkan Jejak, Totok Pel Lantai Hapus Darah Jasad Mertua Yang Dia Bunuh
M Taufik/Surya
Totok Dwi Prasetyo, pelaku pembunuhan terhadap ibu mertuanya sendiri, Siti Fadilah. 

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Pemeriksaan terhadap Totok Dwi Prasetyo yang membunuh Siti Fadilah, ibu mertuanya sendiri, masih terus berlangsung di Polresta Sidoarjo.

Dalam penyidikan itupun terungkap sejumlah fakta terkait aksi kejam menantu terhadap mertuanya sendiri di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo tersebut.

Termasuk upaya pria 25 tahun yang tinggal di Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo tersebut untuk menyembunyikan perbuatan jahatnya.

Sebelum meninggalkan rumah korban, Totok sempat membersikan bercak darah korban yang tercecer di lantai menggunakan air dan kain pel.

Baca: Gara-gara Minta Uang Study Tour, Delis Dibunuh Ayah Kandung, Jasadnya Dimasukkan ke Gorong-gorong

Baca: Polisi Soroti Ekspresi Menantu yang Secara Sadis Bunuh Mertua: Mengaku Menyesal Tapi. . . .

Baca: Sadisnya Pembunuh Siswi SMP Masukkan Mayat Anaknya ke Gorong-gorong, Dibonceng Motor, Kepala Diinjak

Dia juga mengambil pecahan miniatur kapal yang terdapat noda darah korban dan memasukkannya ke dalam tas ransel warna coklat yang dibawanya. Itu dilakukan untuk menghilangkan barang bukti.

Saat kabur, pelaku juga mengunci pintu rumah dari luar. Lalu dia kabur menggunakan sepeda motor honda Beat warna merah putih W-6203-UE.

Ketika melintas di jembatan layang Masangan Wetan Sukodono, tersangka membuang kunci rumah mertuanya itu ke semak-semak. Lalu dia menuju rumah orang tuanya untuk menyimpan tas ransel tersebut.

"Setelah tertangkap, pelaku terus dimintai keterangan penyidik. Sementara ini, dia dijerat pasal 338 dan 365 KUHP," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji.

Dalam pemeriksaan, Totok mengaku datang je rumah korban sekira pukul 08.30 WIB. Saat itu, korban sedang sendirian di rumah.

Dia datang untuk meminjam uang Rp 3 juta ke mertuanya. Tapi ditolak oleh korban dengan alasan tidak punya uang.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved