Breaking News:

Dua Preman Pengeroyok Anggota TNI Dibekuk, Belasan Lainnya Masih Dikejar

Petugas Polsek Medan Barat berhasil menangkap dua pria yang diduga pelaku penganiaya oknum TNI, Praka B di Pasar Palapa Brayan.

Tribun Medan/HO
Pelaku penganiaya oknum TNI, Praka B di Pasar Palapa Brayan yang diamankan polisi, Senin (2/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Petugas Polsek Medan Barat berhasil menangkap dua pria yang diduga pelaku penganiaya oknum TNI, Praka B di Pasar Palapa Brayan.

Sedangkan belasan preman lainnya yang belum tertangkap saat ini masih dalam pengejaran.

Penangkapan tersebut berdasarkan laporan korban yang tertuang dalam LP : nomor 63/III/2020/SPKT RESTABES/SEK MEDAN BARAT, tanggal 1 Maret 2020, Pelapor an. NANANG ARIYANTO.

Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Juniadi mengatakan, kedua pelaku ditangkap terkait dugaan penganiayaan secara bersama yang melanggar Pasal 351(1) jo 170 KUHP.

Kejadian ini terjadi di Pajak Palapa, Jalan Palapa Lingkungan X, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat pada Minggu (1/3/2020) sekitar pukul 02.00 WIB.

"Untuk korban ada dua orang yakni, Nanang Arianto (38) warga Jalan Pacul Dusun 8, Kelurahan Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat dan Bambang Zulkifli yang berprofesi sebagai TNI," ujarnya, Senin (2/3/2020).

Baca: Pedangdut Alvi Ananta Kena Hujatan Gara-gara Lagu Corona, Begini Nasibnya & Video Klipnya di Youtube

Baca: Nikita Mirzani Tulis Sendiri Eksepsi untuk Hadapi Dakwaan Kasus Penganiayaan

Baca: Gejala Virus Corona & Pola yang Menyerang, Demam Tinggi & Hari ke-8 Pasien Alami Gangguan Napas Akut

Baca: Batas Akhir Laporan SPT Tahunan hingga 31 Maret 2020, Berikut Cara Pengisian Melalui DJP Online

Dalam hal ini, Kapolsek menjelaskan, saat itu Bambang Zulkifli dan Nanang Ariyanto memarkirkan mobil bermuatan ayam potong yang akan dijual di Pajak Palapa (TKP).

Kemudian korban didatangi oleh seseorang laki-laki yang turun dari becak bermotor bernama Rifandy alias Aban (diduga dalam keadaan mabuk akibat pengaruh minuman beralkohol).

"Kedatangan pelaku dengan tujuan meminta ayam potong kepada korban. Kemudian tanpa izin dari pemilik mobil, Aban memanjat mobil secara paksa untuk mengambil ayam potong milik korban," ungkapnya.

Karena tingkah pelaku, lanjut Kompol Afdhal, terjadi perkelahian antara Rifandy dan Bambang.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved