Diguncang Gempa Dua Kali, Sejumlah Rumah di Sukabumi Ambruk

Getaran gempa juga dirasakan di Panggarangan, Bayah dalam skala III MMI, hingga terasa di dalam rumah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi
Gempa dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Senin (10/3/2020) pukul 17.18 WIB, mengakibatkan sejumlah rumah di empat kecamatan mengalami kerusakan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gempa dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Senin (10/3/2020) pukul 17.18 WIB, mengakibatkan sejumlah rumah di empat kecamatan mengalami kerusakan.

Gempa didahului aktivitas gempa pendahuluan atau foreshock dengan magnitudo 3,2.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2020).

Baca: BMKG: Prakiraan Cuaca 33 Kota Besar Besok, Rabu 11 Maret 2020, Hujan Lebat di Yogyakarta & Serang

Agus mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan gempa tersebut menyebabkan 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kalapanunggal, 2 unit rumah rusak di Kecamatan Parakansalak, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kabandungan, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Cidahu.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Cikidang, Ciambar, Cidahu, Kalapanunggal dalam skala IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity). Getaran gempa dirasakan hampir semua penduduk hingga banyak warga yang terbangun.

Getaran gempa juga dirasakan di Panggarangan, Bayah dalam skala III MMI, hingga terasa di dalam rumah.

Selain itu, getaran gempa juga dirasakan di Citeko, Sukabumi dalam skala II - III MMI. Getarannya dirasakan oleh warga hingga benda-benda yang digantung bergoyang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan jatuhnya korban jiwa. tim BPBD bersama petugas gabungan melakukan kaji cepat untuk mendapatkan data lengkap terkait gempa bumi tersebut.

Mengutip laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.

Hasil monitoring BMKG juga menunjukkan adanya satu aktivitas gempa pendahuluan atau foreshock dengan magnitudo 3,2 sekitar sembilan menit sebelum gempa susulan atau sekitar pukul 17.09 WIB. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau Strike-Slip Fault.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved