Breaking News:

Gempa di Sukabumi

Gempa Sukabumi, BMKG: Gempa Bermagnitudo Terkuat dari Sesar Aktif di Jabar dalam 19 Tahun Terakhir

BMKG sebut gempa Sukabumi kemarin adalah gempa bermagnitudo paling kuat yang bersumber dari sesar aktif di daratan Jawa Babar dalam 19 tahun terakhir.

TRIBUNNEWS/HO/BNPB
Sejumlah rumah di Sukabumi runtuh akibat gempa, Selasa (10/3/2020). Gempa dengan magnitudo 4,9 dua kali mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pada pukul 17.18 sore. TRIBUNNEWS/HO/BNPB (TRIBUNNEWS/HO/BNPB) 

"Zona sumber gempa sesar aktif ini berada di sebelah barat Sesar Cimandiri, akan tetapi berada di sebelah timur zona sumber gempa Kluster Bogor yang aktif memicu rentetan gempa swarm yang berpusat di Kecamatan Nanggung, Bogor pada bulan Agustus 2019," jelas Daryono.

Hasil Analisis Peta Tingkat Guncangan Gempa

Sementara itu, Daryono menyebutkan, hasil analisis peta tingkat guncangan gempa (shake map) yang dipublikasikan oleh BMKG sesaat setelah gempa menunjukkan bahwa di zona pusat gempa dan sekitarnya menunjukkan warna kuning yang artinya dampak gempa mencapai skala intensitas VI MMI.

Estimasi terjadinya kerusakan akibat gempa oleh BMKG ini sangat akurat yang ditunjukkan dengan bukti terjadinya kerusakan di lapangan.

Data BPBD Provinsi Jawa Barat menunjukan gempa ini menimbulkan kerusakan di beberapa wilayah kecamatan di Sukabumi.

Sejumlah rumah di Sukabumi runtuh akibat gempa, Selasa (10/3/2020). Gempa dengan magnitudo 4,9 dua kali mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pada pukul 17.18 sore.
Sejumlah rumah di Sukabumi runtuh akibat gempa, Selasa (10/3/2020). Gempa dengan magnitudo 4,9 dua kali mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pada pukul 17.18 sore. (TRIBUNNEWS/HO/BNPB)

Selain itu, guncangan gempa juga dirasakan di Cikidang, Ciambar, Cidahu dalam skala intensitas IV - V MMI dimana guncangan dirasakan oleh hampir semua penduduk menyebabkan warga berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Sementara itu, guncangan juga dirasakan di Panggarangan, Bayah, Sukabumi dalam skala intenaitas III MMI dimana guncangan dirasakan seperti ada truk berlalu.

Daryono menyebutkan, gempa Sukabumi ini termasuk gempa tipe II.

Baca: Tiga Orang Alami Luka Ringan Akibat Gempa yang Guncang Sukabumi

Ia menerangkan, gempa tersebut diawali dengan gempa pendahuluan, selanjutnya terjadi gempa utama, dan kemudian diikuti gempa susulan.

Menurut Daryono, sebelum terjadi gempa utama (mainshock) bermagnitudo 5,1 pada Selasa pukul 17.18.04 WIB, telah terjadi aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) bermagnitudo 3,1 pada pukul 17.09 WIB.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved