Breaking News:

Kota Solo KLB Corona

Solo KLB Corona, Siswa hingga Tim Medis RSUD Moewardi Diliburkan 2 Minggu

Akibat satu pasien positif virus corona meninggal dunia di RSUD Moewardi Surakarta, para siswa hingga tim medis rumah sakit diliburkan selama 2 minggu

SCMP/Xinhua
Ilustrasi penanganan pasien corona - Akibat satu pasien positif virus corona meninggal dunia di RSUD Moewardi Surakarta, para siswa hingga tim medis rumah sakit diliburkan selama 2 minggu. 

Sementara itu, moda transportasi Batik Trans akan berhenti beroperasi sementara waktu.

Wali Kota Solo F. X. Hadi Rudyatmo memberi sambutan dalam acara Syukuran Kompas Gramedia 2020 yang bertajuk 'Merajut Harmoni' di Loji Gandrung, Solo, pada Kamis (27/2/2020).
Wali Kota Solo F. X. Hadi Rudyatmo memberi sambutan dalam acara Syukuran Kompas Gramedia 2020 yang bertajuk 'Merajut Harmoni' di Loji Gandrung, Solo, pada Kamis (27/2/2020). (Tribun-Video.com/Kharis Ardiyansah)

Begitu pun dengan sejumlah kegiatan yang digelar mingguan, seperti car free day dan Pasar Minggu Pagi, yang ditiadakan hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Pengumuman ini dirilis beberapa jam setelah tersiar kabar, satu orang warga Solo yang dinyatakan positif corona, meninggal dunia.

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga meminta semua tenaga medis yang melakukan perawatan terhadap virus corona yang meninggal dunia di RSUD Moewardi Surakarta, untuk diliburkan selama 14 hari ke depan.

Baca: Sandiaga Uno Tawarkan Virus Kewirausahaan Selamatkan Ekonomi di Tengah Krisis Karena Corona

Baca: Presiden Jokowi Sebut Seluruh Pasar Keuangan Dunia Panik Akibat Corona

"Tenaga medis di RS Moewardi kita lakukan sesuai protap, yang kontak kita liburkan dan kasih vitamin. Sehari ada 15 sampai 20 tenaga medis mereka libur sampai 14 hari," kata Ganjar saat konferensi pers di Puri Gedeh, Jumat (13/3/2020), seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Ganjar juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Surakarta untuk melakukan tracking, dengan siapa saja pasien tersebut pernah kontak termasuk mengisolasi keluarga pasien dan tempat tinggalnya.

Terlebih, lanjut Ganjar, pasien juga pernah periksa di dua rumah sakit di Surakarta.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (IST)

"Kita langsung tracking dan isolasi tempat tinggal, kemudian keluarganya juga diperiksa oleh pakar-pakar dan Dinas Kesehatan. Kita harap masyarakat koordinasi siapa tahu ada yang berhubungan, segera lapor ke RS, Puskesmas," katanya.

Ganjar juga meminta masyarakat untuk tetap tenang meskipun adanya kabar pasien positif virus corona meninggal dunia.

Baca: Soal Penanganan Wabah Corona, Presiden Mengaku Tak Ingin Ciptakan Kepanikan

Baca: Pasien Positif Virus Corona Terus Bertambah, Pemerintah Disarankan Lakukan Lockdown

Dia mengatakan, pihaknya terus mengupayakan untuk mencegah virus penyebab penyakit Covid-19 itu tidak mewabah di Jawa Tengah.

Halaman
123
Penulis: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved