Pembunuhan Wanita Bertato

Pebunuhan Wanita Bertato Burung Hantu, Polisi Kejar Driver Taksi Online

Anjani Bee, wanita bertato burung hantu yang mayatnya ditemukan di selokan Jalan Raya Lembang, Desa Gudang Kahuripan

Tribunjabar.id
Foto Intan Anjani semasa hidup di akun Facebook. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap Intan Marwah Sofiyah alias Anjanii Bee (20) yang hingga saat ini pelakunya masih misterius.

Anjani Bee, wanita bertato burung hantu yang mayatnya ditemukan di selokan Jalan Raya Lembang, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Kamis (5/3/2020).

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, penyelidikan terbaru yang telah dilakukan yakni melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi taksi online yang saat itu mengantarkan Anjani sebelum pembunuhan terjadi.

"Itu sudah (pengemudi taksi online) sudah diperiksa, total ada 60 saksi yang diperiksa termasuk pengemudi taksi online yang terakhir mengantarkan korban," ujar Yoris saat ditemui di SPN Polda Jabar, Cisarua, Selasa (24/3/2020).

Baca: Virus Corona Bikin Penumpang MRT Turun Drastis, di Akhir Pekan Cuma 5.000-an Orang

Baca: Bersama Melawan Covid-19 bank bjb Salurkan Bantuan Melalui Jabar Quick Response

Baca: Alami Stres Akibat Informasi Berlebih Soal Corona? Ini Cara Mengatasinya

Pemeriksaan terhadap pengemudi taksi online itu dilakukan setelah polisi mengetahui dari CCTV yang ada di kosan Anjani.

Sebelum korban ditemukan tewas, wanita asal Subang itu sempat memesan taksi online dari tempat ngekosnya di daerah Kota Bandung.

Namun, polisi belum bisa menjelaskan, tujuan Anjani Bee saat memesan taksi online tersebut, sehingga hal ini juga masih dilakukan penyelidikan untuk memastikan lokasi pembunahan wanita yang juga bertato fuck my life tersebut.

"Kami masih melalukan pemeriksaan saksi-saksi yang jelas, karena sampai saat ini kami belum menemukan saksi yang mengetahui aksi penganiayaan itu," ucapnya.

Menurut Yoris, kesulitan dalam mengungkap kasus ini adalah, selain tidak ada saksi yang melihat kejadian pembunuhan itu, tidak ada juga saksi yang melihat terakhir Anjani Bee pergi dengan siapa, setelah diantar pengemudi taksi online tersebut.

"Termasuk tidak ada saksi yang melihat korban dibuang, jadi hingga saat ini kami masih mendalami semua keterangan dari saksi," ucap Yoris. (Hilman Kamaludin)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Babak Baru Pembunuhan Wanita Bertato, Polisi Periksa Sopir Taksi Online, dari CCTV Kos Korban

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved