Minggu, 10 Mei 2026

Virus Corona

Tiga Perawat RS Bung Karno Solo Diusir dari Indekos karena Corona, Diminta Pergi Lewat WhatsApp

tiga perawat yang bertugas di RS Bung Karno Solo diusir dari indekosnya setelah pemilik kos mengetahui RS tempat mereka bekerja menangani pasien Covid

Tayang:
Penulis: Daryono
instagram @rsudbungkarno
Kolase pengusiran tiga perawat RSUD Bung Karno Solo dari indekos mereka di kawasan Grogol Sukoharjo, Jumat (24/4/2020). 

"Tetapi ternyata pemilik kos waktu itu tidak bisa menemui, jadi tidak ada komunikasi, jadi orang lain menilai tidak care dan sebagainya," tambahnya.

2. Setelah Diusir, Tiga Perawat Sementara Tinggal di RSUD Bung Karno

Dirut RSUD Bung Karno Solo, dr Wahyu Indianto mengatakan untuk sementara tiga perawat yang diusir dari indekos itu tinggal di rumah sakit untuk sementara waktu. 

"Sekarang di rumah sakit di sana, masih ada ruang yang saya pakai untuk nampung mereka,"

"Untuk pegawai RSUD Bung Karno kita sediakan di lantai lima," ujar Wahyu kepada TribunSolo.com

RSUD Bung Karno Solo
RSUD Bung Karno Solo (TribunSolo.com/Agil Tri)

Wahyu mengatakan dirinya telah membicarakan dengan manajemen terkait penggunaan lantai lima sebagai tempat tinggal sementara.

"Kemarin saya berbicara dengan manajemen lebih baik di sana, kalau sewaktu-waktu ada emergency kan bisa membantu," katanya.

Adapun, lantai lima sampai saat ini masih kosong dan bisa menampung puluhan orang.

"Selama ini kosong, bisa kurang lebih 40 orang, ini hanya untuk pegawai yang disuruh pindah dari kos saja," tutur Wahyu.

 3. Wali Kota Solo Anggap Tindakan Pemilik Kos Berlebihan

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo tampak murka mendapati tenaga medis di garda terdepan penanganan Cocvid-19 diperlakukan tidak sewajarnya.

Orang nomor satu di Kota Solo itu menilai pengusiran terhadap tenaga medis, termasuk perawat sudah keterlaluan.

Baca: PM Selandia Baru Jacinda Ardern Mengklaim Tidak Ada Kasus Corona Dilaporkan

Apalagi, mereka saat ini tengah berjuang mencegah penyebaran virus Corona.

"Kenapa harus ditolak-tolak, itu tidak manusiawi kalau sampai perawat atau tenaga medis ditolak dalam satu daerah," kata Rudy kepada TribunSolo.com, Senin (27/4/2020).

"Itu sudah keterlaluan," imbuhnya menegaskan dengan nada meninggi.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo (Instagram.com/fx.rudyatmo)
Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo (Instagram.com/fx.rudyatmo) (Instagram.com/fx.rudyatmo/)
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved