Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

Guru Besar UGM Ini Sebut Nikotin Pembakaran Rokok Bukan Obat Virus Corona

Diketahui beberapa waktu lalu sempat beredar kabar nikotin dari pembakaran rokok disebut bisa menjadi obat virus corona

Editor: Eko Sutriyanto
Freepik
ilustrasi virus corona 

Yayi menyampaikan peran penting promotor kesehatan (promkes) dalam memberikan pemahaman kepada perokok di masa pandemi Covid-19. Termasuk untuk men-screen isu-isu tidak benar yang beredar.

“Sekarang ada kebijakan stay at home. Apakah rumah-rumah sudah punya aturan bahwa tidak boleh merokok di dalam rumah? Ini berisiko tidak hanya bagi perokok aktif, tetapi juga perokok pasif,” lanjut Yayi.

Baca: Kakek dan Ayah Kim Jong Un Punya Sejarah Sakit Jantung, Sama-sama Perokok dan Pecandu Alkohol

Ia menyampaikan, promkes perlu berkomunikasi dengan perokok dengan pendekatan individu.

“Dimulai dengan pendekatan terbuka, apa yang mereka tahu tentang rokok ini? Kita dengarkan dulu. Perokok yang belum mau berhenti itu biasanya sangat defensif, bahwa rokok ini sudah menjadi bagian dari dirinya,” tutur Yayi.

Lebih lanjut, kata dia, ada tiga hal yang diperlukan seseorang untuk mengubah perilaku.

Yaitu, pertama niat untuk mewujudkan perubahan itu.

Kedua, perubahan perilaku itu didukung oleh lingkungan.

Selanjutnya, butuh keterampilan untuk menolak dengan bijak.

“Perlu keterampilan untuk menolak dengan bijak dan cantik. Oh maaf, saya sudah merokok tadi, atau oh maaf saya sudah tidak merokok. Sudah. Ini harus dilakukan berulang-ulang,” ungkapnya.

Selanjutnya, Yayi menyampaikan metode 5A dan 5R dalam mendampingi seseorang untuk berhenti merokok.

Yaitu, ask (bertanya tentang riwayat dan kebiasaan merokok), advice (memberikan penjelasan tentang akibat merokok), assess (melakukan pengkajian keinginan berhenti merokok), assist (membantu perokok mengidentifikasi cara untuk berhenti merokok), dan arrange (merencanakan pertemuan lanjutan untuk memonitor usaha berhenti.

Sedangkan, 5R yang dimaksud yaitu, relevance (mendiskusikan kaitan antara berhenti merokok dengan keadaan saat ini, semisal kondisi kesehatan dan keluarga),  risk (menjelaskan risiko jika meneruskan kebiasaan merokok), reward (mengidentifikasi dampak positif dari berhenti merokok), roadblock (mendiskusikan hambatan yang mungkin terjadi), dan repetition (pengingatan dalam usaha berhenti merokok disarankan diulang).

“Perlu juga menanyakan hobinya, supaya saat ada keinginan merokok bisa mengalihkan ke hobi. Juga minta untuk bercerita ke orang terkasih bahwa dia mau berubah dan butuh dukungan,” jelas Ketua Health Promoting University (HPU) UGM itu.

Senada dengan Yayi, Made Kertaduana, aktivis kesehatan masyarakat mengungkapkan di masa Covid-19 perjuangan kesehatan masyarakat bertambah lagi.

“Ada keterlibatan industri untuk menormalisasi rokok. Mungkin saja situasi ini juga sebuah ancaman dalam industri rokok,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan