Breaking News:

Virus Corona

Larangan Kapal Beroperasi, Pengiriman Obat dan APD ke Pulau Bawean Terkendala

Gara-gara jadwal kapal penumpang ke Pulau Bawean berubah, layanan kesehatan di pulau di utara Jawa Timur

Sugiharto/Surya
KMP Gili Iyang saat bersandar di pelabuhan Pulau Bawean hanya melayani penyeberangan ke Pulau Bawean disaat Pandemi Covid-19, Sabtu (2/5/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Gara-gara jadwal kapal penumpang ke Pulau Bawean berubah, layanan kesehatan di pulau di utara Jawa Timur pun ikut terimbas.

Larangan pengoperasian kapal penumpang ke Pulau Bawean berakibat pengiriman APD untuk rumah sakit ikut terhambat

Di saat pencegahan penyebaran pandemi virus Corona (Covid-19) masyarakat dan rumah sakit membutuhkan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD), namun harus terganjal sarana transportasi, Sabtu (2/5/2020).

Direktur Bawean Corruption Watch, Nazar mengatakan, selama penghentian sarana transportasi angkutan umum ke Pulau Bawean, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 25 Tahun 2020, tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dan dalam mencegah penyebaran coronavirus disease (Covid-19), kapal penumpang tidak berlayar.

Baca: Kasus Positif Covid-19 Bertambah 292 Kasus, Total Pasien Positif Menjadi 10.843 Orang

Baca: 7 Tempat Wisata Instagramable di Klaten untuk Dikunjungi Usai Pandemi Covid-19 Berakhir

Baca: Waktu Azan Magrib dan Berbuka Puasa Solo, Boyolali, hingga Klaten Sabtu 2 Mei 2020

Baca: Deddy Sitorus: Garuda Indonesia Kesulitan Melangsungkan Hidup

Namun hanya dilayani satu kapal penumpang, yaitu KMP Gili Iyang.

"Seperti kejadian kemarin siang, jadwal penyeberangan ke Pulau Bawean oleh KMP Gili Iyang dimajukan dari pukul 13.00 WIB ke pukul 11.00 WIB. Sehingga, APD yang dibawa para perawat untuk Rumah Sakit Umar Mas'ud di Pulau Bawean tertinggal," kata Nazar.

Menurut Nazar, rencananya perawat yang akan ke Pulau Bawean membawa obat-obatan sebanyak 8 dus dan 1 dus APD.

Sehingga, obat-obatan dan APD tersebut menjadi tertunda kedatangannya ke Pulau Bawean.

"Seharusnya, kapal berlayar sesuai jadwal, sehingga para penumpang bisa menentukan jadwalnya," imbuhnya.

Atas kejadian ini, Nazar berharap agar Pemkab Gresik dan DPRD Kabupaten Gresik serius dalam mencegah penyebaran virus Corona di Pulau Bawean.

Salah satunya dengan menertibkan pemberangkatan kapal penumpang sesuai jadwalnya.

"Jangan ditelantarkan warga Pulau Bawean di saat pandemi virus Corona seperti sekarang ini. Sebab sarana transportasi sangat dibutuhkan di kepulauan untuk keperluan kesehatan," tandas Nazar. (Sugiharto)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Jadwal Kapal Mendadak Berubah, APD dan Obat-obatan untuk RS di Pulau Bawean Tertinggal

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved