Breaking News:

Beredar Video Bocah Aniaya Teman Bermainnya, Diduga Direkam sang Ayah, Komnas PA Buka Suara

Viral di media sosial video seorang bocah menganiaya temannya. Kekerasan tersebut diduga direkam oleh ayah pelaku. Komnas PA pun buka suara.

Kolase Tribunnews
Viral di media sosial video seorang bocah menganiaya temannya. Kekerasan tersebut diduga direkam oleh ayah pelaku. Komnas PA pun buka suara. 

TRIBUNNEWS.COM - Perekam video seorang anak menganiaya temannya bisa disebut sebagai pelaku tindak pidana kekerasan fisik.

Hal itu lantaran ia membiarkan terjadinya kekerasan terhadap seorang anak.

Demikian disebut oleh Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, menanggapi video viral anak melakukan penganiayaan terhadap temannya.

Seperti diberitakan, beredar video di media sosial yang menayangkan aksi kekerasan seorang anak terhadap teman sebayanya.

Dalam video tersebut, anak laki-laki yang mengenakan kaus bergaris serta bercelana merah tampak berulangkali memukuli temannya.

Baca: VIRAL Curhat Karyawan Bergaji Rp 20 Juta Minta Bantuan karena Cicilan, Ahli Keuangan Beri Tips

Baca: Viral Dampak Lockdown di Malaysia: Dari Bangku Bioskop Hingga Barang di Mal Berjamur

Sementara itu, temannya yang mengenakan setelan berwarna hijau-hitam terlihat diam saja, tak melakukan perlawanan.

Terdengar pula suara laki-laki dewasa dalam video tersebut.

Laki-laki sebagai perekam video itu terdengar mengatakan 'jangan menangis' dalam bahasa Jawa.

Beredar video seorang bocah menganiaya teman sebayanya. Diduga video direkam oleh ayah pelaku.
Beredar video seorang bocah menganiaya teman sebayanya. Diduga video direkam oleh ayah pelaku. (Kolase Tribunnews)

Ayah Pelaku?

Menurut informasi yang beredar luas di media sosial, disebut-sebut perekam video itu tak lain merupakan ayah dari bocah yang memukuli temannya.

Warganet pun mengecam tindakan terduga ayah pelaku yang justru membiarkan tindak kekerasan itu terjadi.

Diberitakan Tribun Jateng, Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Rifeld Constantine Baba, membenarkan kejadian itu.

Menurutnya saat ini kejadian itu sudah ditangani Polres Semarang.

"Benar, ini sudah ditangani Polres," jelasnya, Rabu (13/5/2020).

Halaman
1234
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved