Breaking News:

Virus Corona

50 WNA Pekerja Kereta Cepat Akan Tes Swab Menyusul Pemandunya yang POsitif Covid-19

Sebanyak 50 warga negara asing ( WNA) pekerja kereta cepat Indonesia-Cina (KCIC) yang berada di Malangnengah

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas medis mengambil sample darah warga yang melakukan rapid test di Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (14/5/2020). Kementerian Kesehatan mengalokasikan anggaran berupa dana siap pakai untuk insentif bagi tenaga kesehatan sebesar Rp 5,2 triliun dalam rangka penanganan pandemi virus corona (Covid-19). Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNNEWS.COM, PURWAKARTA - Sebanyak 50 warga negara asing ( WNA) pekerja kereta cepat Indonesia-Cina (KCIC) yang berada di Malangnengah, Sukatani akan dites swab menyusul satu orang pemandunya yang reaktif saat rapid test.

Tim gugus tugas Covid-19 Purwakarta melalui Dinas Kesehatan akan melakukan swab test terhadap 50 warga negara asing ( WNA) pekerja kereta cepat Indonesia-Cina (KCIC) yang berada di Malangnengah, Sukatani.

Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta, Deni Darmawan mengaku pihaknya telah melakukan rapid test di Pasar Jumat dan didapatkan ada satu orang yang reaktif samar.

Baca: PM Inggris Boris Johnson Ingatkan Mungkin Tak Pernah Ada Vaksin Covid-19 Meski Tengah Dikembangkan

Baca: Kecewa Jalannya Sidang, Novel Baswedan Beberkan 4 Kejanggalan Terkait Kasus Penganiayaan Terhadapnya

Baca: Sinopsis Drama Korea Touch Your Heart Tayang di Trans TV Setiap Senin hingga Jumat Pukul 09.30 WIB

Satu orang tersebut merupakan seorang guide (pemandu) dari WNA, namun WNA tersebut dinyatakan negatif.

"Tadinya hari ini rencana ingin ke Malangnengah, Sukatani untuk lakukan swab tes terhadap guide yang tinggal di sana. Kemungkinan besok pagi kami akan swab tes terhadap seluruh WNA pekerja KCIC di sana," katanya, Senin (18/5/2020).

Deni mengatakan sudah ada 2.500 orang lakukan rapid tes sejauh ini. Dari jumlah tersebut 59 orang di antaranya reaktif.

Adapun tren penyebaran Covid-19 di Purwakarta, Deni mengaku penyebaran wabah corona di Purwakarta ini menurun selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kalau yang positif trennya selama PSBB stagnan, karena pelaksanaan swab tes dilakukan sebelum PSBB dan hasilnya keluar setelah adanya PSBB.

Kenapa lambat penyembuhannya? Karena hasil swabnya lambat dan cenderung orang yang positif swab itu berulang positif kembali karena mereka tak penuhi instruksi untuk isolasi," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Pemandu WNA Pekerja KCIC di Purwakarta Reaktif Covid-19, 50 WNA di Malangnengah akan Segera Tes Swab

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved