Penambang Liar di Sungai Kuantan Riau Mengamuk, Mobil Kapolres Dirusak, Wartawan Dianiaya
Polisi mengidentifikasi para pelaku. Siapa pun yang terlibat dalam aksi anarkis ini akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
TRIBUNNEWS.COM - Penambang liar di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Cerenti, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mengamuk, Selasa (7/10/2025) siang.
Suasana mencekam di wilayah tersebut terjadi, saat dilakukan penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang Sungai Kuantan.
Penertiban dilakukan tim gabungan terdiri dari anggota Polres Kuansing, Satuan Pol Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Panggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Kuansing, hingga TNI.
Baca juga: Terjadi Lagi, Seorang Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun di Kabupaten Bogor
Kapolres Kuansing AKBP R. Ricky Pratidiningrat dan Bupati Kuansing Suhardiman Amby, turun tangan memimpin tim gabungan, untuk memusnahkan rakit-rakit milik pelaku PETI.
Massa yang menolak penertiban marah. Mereka melempar batu ke arah tim gabungan.
Sejumlah kendaraan dinas mengalami kerusakan, di antaranya mobil dinas Kapolres, mobil Samapta, mobil Satlantas, truk Polairud, dan mobil Satpol PP.
Meskipun menghadapi serangan, operasi penertiban ini berhasil memusnahkan 43 unit rakit PETI dengan cara dibakar.
Seluruh personel berada dalam kondisi aman di Mapolsek Cerenti, untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
Mobil Kapolres Dirusak dan wartawan dianiaya
Salah satu kendaraan yang jadi sasaran amuk adalah mobil yang ditumpangi Kapolres Kuansing AKBP R. Ricky Pratidiningrat.
Sebelummnya, wartawan media online bernama Ayub, yang juga menjabat sebagai Ketua IMO Kuansing, berusaha menyelamatkan diri dari kejaran massa.
Ayub masuk ke dalam mobil untuk menghindari amukan massa.
Massa yang mengetahui keberadaan Ayub, sontak memecahkan kaca Totoya Fortuner yang membawa AKBP R. Ricky Pratidiningrat.
Massa kemudian membuka pintu mobil. Ayub tak luput jadi korban penganiayaan. Sepeda motornya dibakar.
Nyawa Ayub selamat setelah polisi yang berjaga di lokasi parkir mobil, turun tangan.
Sementara para pelaku lainnya memecahkan kaca satu unit bus Polres Kuansing yang saat itu menjadi tempat perlindungan bagi beberapa Polwan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tambang-liar-1-08102025.jpg)