Breaking News:

Libatkan KPK, Mediasi Pemprov Sumsel-Pertamina Temui Penyelesaian

Herman Deru mengapresiasi langkah KPK menggelar rapat koordinasi untuk menyelesaikan Permasalahan Aset PT Pertamina (Persero) di Provinsi Sumsel

Ist
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlibat di koordinasi penyelesaian permasalahan secara virtual antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan PT Pertamina (Persero).

Hasil koordinasi itu menghasilkan kesepakatan untuk mengembangkan lapangan Golf Kenten menjadi pusat olahraga dan bisnis sekaligus sarana rekreasi untuk masyarakat.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengapresiasi langkah KPK menggelar rapat koordinasi untuk menyelesaikan Permasalahan Aset PT Pertamina (Persero) di Provinsi Sumatera Selatan yang telah lama terjadi.

Baca: KPK Lelang Rumah dan Parabotan di Jalan Dago Pakar Mawar Bandung dari Kasus Yaya Purnomo

Menurut dia, pencatatan aset negara atau daerah merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Pasalnya, kepastian secara hukum soal kepemilikan aset tersebut mutlak diperlukan.

“Saya gembira karena fungsi olahraga di lapangan golf Kenten tetap ada dan tidak dimusnahkan. Saya yakin jika upaya bisnis itu konkrit termasuk analisis lingkungan baik maka masyarakat tentu akan mendukung. Asal jangan ada yang mengambil keuntungan sendiri,” kata dia, dalam keteranganya, Rabu (24/6/2020).

Dia menjelaskan, upaya pengembangan lapangan golf Kenten tentu berdampak langsung terhadap peningkatan perekonimian masyarakat.
Sehingga, kata dia, semua akan mendapatkan manfaatnya, termasuk masyarakat. Begitu juga untuk Pertamina dan Pemerintah daerah yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat.

Termasuk juga persoalan mengenai aset lapangan golf Kenten Palembang yang selama ini terdapat perbedaan pemahaman antara Pemprov Sumsel dan PT Pertamina.

Baca: Sinergi KPK, Pertamina Pastikan Operasional Bisnis Sesuai GCG

Bermula dari perjanjian sewa menyewa antara Gubernur Sumsel dengan NV Standard Vacuum Petroleum Maatschappiy pada 17 Maret 1956 silam terhadap hak sembilan bidang tanah yang hingga saat ini digunakan untuk lapangan golf.

Mediasi dan fasilitasi terus dilakukan hingga dibuat nota kesepahaman antara Pemprov Sumsel, PT Pertamina dan Pemkot Palembang pada 25 Jlu 2012 lalu untuk bersama-sama menyelesaikan administrasi aset. Hanya saja, kesepakatan tersebut tak juga membuahkan hasil hingga saat ini.

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved