Breaking News:

Virus Corona

Curhat Risma Tangani Pandemik Covid-19 di Surabaya "Sakit Mbak Jadi Pemimpin, Sakit Sekali"

Saat bersujud, Risma juga menangis dan mengatakan dirinya telah gagal menjadi wali kota.

SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
SIDAK PASAR TANGGUH - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mendamingi Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto saat sidak di Pasar Genteng Baru, Kamis (2/7). Pasar Genteng Baru merupakan salah satu percontohan pasar tangguh di Surabaya dimana diterapkan protokol kesehatan ketat salah satunya dengan adanya tirai plastik di lapak. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - "Sakit mbak jadi pemimpin, sakit sekali".

Keluhan itu diungkapkan Wali Kota Surabaya Tri RIsmaharini saat menangani pandemik Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur.

Risma mengurai banyak sekali kesalahan-kesalahan yang ditudingkan padanya, padahal hal itu tidak dilakukannya. 

Risma mengungkapkan hal itu dalam acara Rosi di Kompas TV, Kamis (2/7/2020).

Awalnya, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengurai alasannya sujud di hadapan dokter yang bertugas di RSUD dr Soetomo.

Risma tidak terima disebut bahwa rumah sakit surabaya penuh.

Pasalnya, salah satu rumah sakit yang disediakan pihaknya untuk menampung pasien covid-19 hingga kini belum ada yang menempati. Padahal ada 200 bed yang tersedia.

Risma juga mengaku sulit mengakses RSUD dr Soetomo.

Dia bahkan mengaku telah mengirimkan bantuan APD ke RSUD dr Soetomo, namun tidak diterima.

"Sakit mbak jadi pemimpin, sakit sekali," keluhnya.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved