Sabtu, 30 Agustus 2025

Calon Pengantin di Palembang Tewas di Tangan Tetangga

Dikatakan Sutoro, pelaku yang dikenal sebagai Antoni tersebut memang memiliki tempramen yang tinggi.

Editor: Hendra Gunawan
Bayazir Al Raihan/Sriwijaya Post
Rumah duka Rio Pambudi di Jalan Tanjung Buruk, Macan Lindungan Palembang yang diramaikan pelayat yang datang, Minggu (19/7/2020) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Bayazir Al Rayhan

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Rio Pambudi (25) warga Perumahan Griya Macan Lindungan Permata Jalan Tanjung Bubuk RT 03 RW 03 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I Palembang yang meninggal dunia ditusuk tetangganya.

Padahal dirinya sebentar lagi akan menikah.

Dikatakan tetangga korban, sebelum ribut dengan pelaku diketahui bahwa Rio sedang ingin mengurus masalah pernikahannya.

"Dia ini bulan sembilan ini mau menikah, nah pagi tadi waktu manasi motor dia itu memang mau pergi untuk mengurus pernikahannya," kata H.

Sementara itu, warga belum mengetahui siapa calon dari Rio Pambudi. Saat di lokasi warga pun tidak mengetahui mana sosok perempuan yang menjadi kekasih Rio.

Ribut dengan tetangganya.

Sutoro (62) Ketua RT 03 RW 03 Kelurahan Bukit Baru Palembang yang membawahi langsung komplek perumahan Griya Macan Lindungan Permata, mendapatkan kabar pembunuhan terhadap Rio Pambudi (25) pada saat dirinya sedang berada di luar rumah.

Dikatakan Sutoro, pelaku yang dikenal sebagai Antoni tersebut memang memiliki tempramen yang tinggi.

Sutoro mengaku sudah sering melerai dan mendamaikan pelaku dengan warga karena sudah sering terlibat cekcok.

Baca: Dikira Bunuh Diri, Bapak Dua Anak di Blitar Ternyata Dibunuh, Ada Petunjuk Penting di HP Korban

"Saya sudah dua kali mendamaikan pelaku ini, yang pertama di tempat yang berbeda bukan di lokasi rumahnya yang sekarang, terus yang kedua juga saya damaikan karena sering ribut juga dan ketiga ini dia ribut hingga menyebabkan korban meninggal dunia," kata Sutoro, Minggu (19/7/2020).

Dirinya mengungkapkan kalau pelaku bernama Antoni ini sempat terdengar ribut dengan warga hingga diusir oleh warga yang berada ditempat tinggal lamanya.

"Keluarga pelaku ini memang sering ada masalah di lingkungan sini, pernah dulu mereka tinggal di RT yang tidak jauh dari sini, setahu saya mereka diusir lantaran sering cekcok dengan warga sekitar," kata Sutoro.

Hingga saat ini pelaku yang baru dua tahun tinggal di dekat TKP belum diketahui keberadaannya karena setelah melakukan penusukan, satu keluarga tersebut langsung kabur.

Baca: Anak Bunuh Ayah karena Tak DIberi Uang untuk Beli Velg, Ibu Teriak Dapati Korban Bersimbah Darah

Motif Belum Jelas

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan