Sabtu, 30 Agustus 2025

Viral Dokter Gigi Pakai Baju Hazmat Slim Fit dan Penuh Warna, Sudah Punya 25 Hazmat Berbagai Tema

Nina Agustin tampak mengenakan baju hazmat slim fit dan colourful (penuh warna) hingga membuatnya tampak lebih cantik dan seksi.

Editor: Miftah
TribunJatim/Aminatus Sofya
Dokter gigi Nina Agustin, saat mengenakan baju hazmat unik dan fashionable. 

TRIBUNNEWS.COM -Viral dokter menggunakan baju hazmat slim fit dan penuh warna.

Ide muncul saat harus tetap praktik di masa pandemi namun tak nyaman pakai hazmat oversize.

Dokter tersebut bahkan telah memiliki 25 baju hazmat berbagai tema.

Nina Agustin tampak mengenakan baju hazmat slim fit dan colourful (penuh warna) hingga membuatnya tampak lebih cantik dan seksi.

Nina Agustin merupakan seorang dokter gigi di Kota Malang yang sosoknya mendadak viral di jagat maya gegara mengenakan alat pelindung diri (APD) tidak pada umumnya.

Baju hazmat yang umumnya kedodoran, dia buat jadi slim fit.

Warna hazmatnya juga tak melulu putih.

Colorfull dan fashionable menjadi ciri khas dokter bernama Nina Agustin ini.

Baca: Viral Video Lawas Catherine Wilson Diduga Lagi Mabuk saat Isi Acara Sule & Andre, Ini Kata Manajer

Baca: Profil Bupati Jember, Faida, yang Dimakzulkan DPRD, Dokter yang Terjun ke Dunia Politik

Baca: Viral Foto Mahasiswa Ikuti Acara Wisuda Online Sambil Duduk di Pelaminan, Ini Fakta di Baliknya

Dokter gigi Nina Agustin, saat mengenakan baju hazmat unik dan fashionable. rrr
Dokter gigi Nina Agustin, saat mengenakan baju hazmat unik dan fashionable.

Nina menceritakan ide pembuatan baju hazmat slim fit penuh warna itu berawal ketika dia harus tetap praktik di masa pandemi Covid-19.

Dia merasa tak nyaman mengenakan hazmat yang oversize.

Selain lebih panas, baju hazmat yang dikenakan juga kerap nyangkut di alat.

“Akhirnya saya berinisiatif bikin yang sesuai ukuran tubuh saya supaya enak dipakai,” ucap Nina, Kamis (23/7/2020).

Nina terlibat langsung dalam pembuatan APD itu mulai dari mencari bahan sampai penjahit.

Meski ukurannya tak seperti APD mainstream, ia menjamin telah sesuai standar.

“Saya jahitnya di Kediri, ke teman saya di Kediri. Teman saya ini udah biasa jahit APD jadi dia tahu gimana standarnya,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan