Berita Viral
VIRAL Perselisihan Tetangga Saling Siram Air, Polisi: Sudah Berkali-kali Mediasi, tapi Terjadi Lagi
Baru-baru ini, video perselisihan dua ibu-ibu bertetangga yang saling siram air menjadi viral di media sosial.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
bunga pradipta p
TRIBUNNEWS.COM - Baru-baru ini, video perselisihan dua ibu-ibu bertetangga yang saling siram air menjadi viral di media sosial.
Dalam video pertama yang viral, terlihat ibu muda menyiramkan air kepada seorang nenek yang tinggal di depan rumahnya.
Kemudian, pada video kedua, terlihat nenek tersebut juga menyiramkan air kepada ibu muda.
Dalam video tersebut, tampak si nenek menyiramkan ke arah rumah ibu muda menggunakan gayung.
Sementara ibu muda tersebut membalas dengan menyiramkan air menggunakan ember.
Setelah menjadi viral di media sosial, pihak keluarga ibu muda memberikan klarifikasinya.
Ia mengatakan, bahwa dalam video pertama yang sudah beredar hanya memperlihatkan ibunya yang menyiram nenek tersebut.
Padahal, menurutnya, si nenek juga menyiramkan air kepada ibunya.

"Maka saya ingin mengklarifikasi tentang postingan video tersebut, yang mana dalam video tersebut yang divideokan di saat nenek tersebut disiram ibu saya.
Namun, disaat ibu saya disiram tidak dipostingkan dan diviralkan," kata anak tersebut dalam percakapan yang kemudian discreenshot.
Dalam percakapan tersebut, ia juga mengatakan, bahwa selama ini keluarganya selalu disudutkan.
Bahkan, ia menyebut, sebelumnya pihaknya telah sepakat untuk melakukan mediasi, namun hal itu tak berhasil.
"Saat itu pihak kami mau berdamai, namun dari pihak keluarga nenek tersebut tidak mau berdamai. sampai terjadilah pertengkaran ribut terus-menerus," lanjutnya.
Baca: Viral Curhatan Kakak Cari Adik Perempuan di Jagat Maya, Warganet Ikut Bantu: Banyak Orang Baik
Saat dikonfrmasi, Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di daerah Pontianak Barat, Kalimantan Barat.
Ia mengatakan, bahwa kejadian yang viral tersebut sudah terjadi sekira tiga minggu yang lalu.
Tak hanya itu, Komarudin mengungkapkan, bahwa perselisihan antar tetangga tersebut sudah sering terjadi.
"Berdasarkan informasi dari warga setempat dan dari RT setempat bahwa perselisihan antar tetangga ini sudah berlangsung lama," kata Komarudin kepada Tribunnews.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (24/7/2020).
Bahkan, Komarudin menyebut, pihaknya telah beberapa kali memfasilitasi kedua tetangga tersebut untuk mediasi.
Baca: VIRAL Wanita Ditinggal Pergi Suami yang Pilih Traveling, Sang Anak Berhasil Membuatnya Bangkit
Namun, setelah itu, perselisihan masih saja terjadi hingga berulang kali.
"Sudah beberapa kali (mediasi) tapi terjadi lagi terjadi lagi, terus berulang," ujarnya.
Komarudin mengatakan, pihaknya juga telah mengarahkan tokoh masyarakat setempat dalam hal ini Ketua RT untuk memberikan masukan kepada ibu muda dan nenek tersebut.
Pasalnya, lanjut dia, pihak kepolisian pun tak mengetahui secara pasti sebab dari perselisihan yang selalu terjadi antar tetangga tersebut.
"Dari permasalahan sesungguhnya kita juga nggak paham ini sebenarnya ada masalah apa."
"Sejauh ini pun pidananya kalau kita lihat dari yang kita dalami hanya sebatas saling ejek," terangnya.
"Kemudian juga yang viral itu, itu sudah kita panggil sudah kita arahkan dan akhirnya kembali lagi minta diselesaikan mediasi," imbuhnya.
Baca: Viral Video Catherine Wilson Disebut dalam Pengaruh Obat, Ini Penjelasan Manajer
Baca: Viral Video Ayah Aniaya Putri Kandung Hingga Terluka di Jakarta Timur, Aksi Direkam Adik Pelaku
Komarudin mengatakan, pihaknya terbuka bagi pihak-pihak yang memang merasa dirugikan dari kejadian tersebut.
"Silahkan membuat laporan akan kita kaji sekiranya memang ada unsur pidana di dalamnya tentunya akan kita tindak lanjuti," ungkapnya.
Ia berharap, jika perselisihan tersebut hanya dilatarbelakangi persoalan saling ejek atau saling tersinggung, sebaiknya diselesaikan secara musyawarah dengan Ketua RT setempat.
Namun, jika tidak bisa diselesaikan internal, maka pihaknya siap memfasilitasi mediasi atau memproses hukum bila diperlukan.
Baca: Viral Foto Mahasiswa Ikuti Acara Wisuda Online Sambil Duduk di Pelaminan, Ini Fakta di Baliknya
"Boleh-boleh saja dibawa ke ranah hukum tapi kita mengedepankan upaya-upaya mediasi atau musyawarah dengan melibatkan para tokoh dan juga tetangga setempat."
"Karena dengan adanya kejadian ini secara tidak langsung atau secara langsung tentu akan berdampak pada suasana di lingkungan tersebut, tentu tetangga kanan kiri tidak nyaman."
"Tetangga kanan kiri juga tidak nyaman ini mungkin bagaimana peran dari tetangga yang kami harap bisa ikut membantu," tandasnya.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana)