Sabtu, 30 Agustus 2025

Penipuan Penerimaan Taruna Akpol, Jaminkan Lolos Asal Beri Uang Rp 1 Miliar

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) membongkar tindak pidana penipuan tersebut.

Editor: Ifa Nabila
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Kabid Humas Kombes M Rifai memperlihatkan foto pelaku penipuan berkedok bisa luluskan ke Akpol 

TRIBUNNEWS.COM - Terungkap kasus penipuan rekrutmen penerimaan calon Taruna Akpol tahun 2019.

Penipu menjaminkan kelulusan asal dengan uang Rp 1 miliar.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) membongkar tindak pidana penipuan tersebut.

Kasus ini terkuak setelah korban berinisial PS melapor pada Senin (20/7/2020) karena merasa ditipu oleh dua pelaku masing-masing IR dan IL.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Rifa'i membenarkan telah menangani tindak pidana penipuan tersebut.

Baca: Penipu Berkedok Bisa Loloskan ke Akpol Raup Uang Rp 1,35 Miliar

"Saat ini sedang ditangani tindak pidana penipuan terkait rekrutmen penerimaan calon Taruna Akpol tahun 2019," ujar Kombes M Rifa'i dalam keterangan yang diterima, Kamis (13/8/2020).

Menurut Rifa'i, pada 2019 anak PS mengikuti seleksi calon Taruna Akpol dan gugur dalam seleksi akademik.

Kemudian tersangka IR menawarkan jasa bisa meluluskan dengan syarat memberikan dana sebesar Rp 1 miliar.

Korban PS dan pelaku IR akhirnya bertemu di salah satu hotel di Banjarmasin dan pelaku IR meminta korban memberikan uang operasional sebesar Rp 200 juta.

"Uang diserahkan langsung oleh korban PS kepada pelaku, setelah menerima uang dari korban, pelaku IR menghubungi temannya IL yang mengaku memiliki koneksi di Mabes Polri untuk bisa meloloskan anak PS," jelasnya.

Setelah meminta dana Rp. 200 juta, pelaku lainnya, IL, meminta lagi dikirim dana sebesar Rp 1 miliar.

Baca: Soal Curhat Calon Taruna Akpol yang Gagal Karena Positif Covid-19, Mabes Polri Mengaku Kehilangan

Karena telah merasa yakin dengan para pelaku, korban PS pun kembali memberikan uang Rp 1 miliar kepada IL. Tidak hanya Rp 1 Miliar, korban PS bahkan memberikan uang tambahan untuk operasional sebesar Rp 150 juta kepada tersangka.

Usai memberikan uang, selanjutnya pada 4 Agustus 2019 PS dan anaknya disuruh berangkat ke Semarang untuk mengikuti seleksi lanjutan.

Padahal anak korban sudah tidak lulus seleksi di Polda Kalsel.

"Korban dijanjikan di Semarang nanti ada yang mengurus, dan korban PS bersama anaknya dan keluarga berangkat ke Semarang, hingga akhir tes korban tidak kunjung dipanggil untuk mengikuti seleksi lanjutan, korban PS menanyakan kepada IR dan IL dan dijawab agar mengikuti seleksi tahun depan," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan