Breaking News:

Putri Mantan Wakapola Menangis saat Sidang, jadi Korban KDRT Perwira Polisi, Diduga Ada Orang Ketiga

Marlin Aprilinda (34) tak kuasa menahan tangis saat menjadi saksi sekaligus korban pada sidang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang saksi dengan perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Rabu (12/08/2020) 

TRIBUNNEWS.COM - Putri mantan Wakapolda Bangka Belitung menangis saat menjalani sidang.

Ia menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh oknum perwira polisi

Marlin Aprilinda (34) tak kuasa menahan tangis saat menjadi saksi sekaligus korban pada sidang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Fere Hidayat (35), Rabu (12/8/2020).

Agenda sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang itu adalah mendengarkan keterangan para saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Marlin diketahui adalah putri mantan Wakapolda Bangka Belitung Brigjen (Pol) Djoko Erwanto yang kini menjabat sebagai Pati Itwasum Polri.

Sementara Fere Hidayat korban adalah oknum perwira polisi yang bertugas di Polda Bangka Belitung.

Dalam keterangannya, Marlin mengatakan, awal mula permasalahan di keluarganya yang sudah dibangun sejak 2010 dan sudah dikaruniai tiga orang anak ini adalah karena hadirnya orang ketiga.

"Penyebab pertengkaran ada orang ketiga, saya tahu sikap dan perilaku dia berbeda dan dia suka marah dan bohong. Orang ketiga ini saya pernah ketemu, saya juga punya bukti CCTV mereka di hotel," ujar saksi Marlin seraya meneteskan air mata.

Baca: Selain Bawa Kabur Remaja di Cengkareng Usai Dihamili, Terungkap Pelaku Ternyata Kerap KDRT Istri

Baca: Aksi KDRT Pengacara Terhadap Istri di Depan Anak Terekam CCTV, Begini Kronologinya

Baca: Aksi KDRT Terekam Kamera Pengawas, Anak Korban Berlarian dan Melompat Seperti Ketakutan

Suasana sidang saksi dengan perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
Suasana sidang saksi dengan perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Rabu (12/08/2020)

Marlin mengaku mengalami berbagai bentuk penganiayaan, baik secara fisik atau psikis.

"Kalau kekerasan psikis dia ada nodongkan senjata ke saya, dia nodong itu di kamar jadi secara psikis saya kena. Lalu Agustus 2019 di dalam mobil dia ada mukul, selain itu ada juga bertengkar karena foto-foto lalu dia juga menjambak rambut dan mencekik leher saya," lanjutnya.

Halaman
12
Editor: Miftah
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved