Rabu, 3 Juni 2026

Mayat Warga Aceh Meninggal Dunia di Kapal Cina Diselundupkan di Batam

Mereka sudah mengetahui informasi meninggalnya ABK 23 hari lalu dan tahun jenazah berada di Batam, tetapi tidak diketahui di rumah sakit yang mana

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Serambinews.com
Screenshot dua warga Bireuen yang meninggal dunia di kapal Cina. Sumber FB Nazar MyFresh Karpet 

Laporan Wartawan Serambi Indonesian Yocerizal

TRIBUNEWS.COM, BANDA ACEH – Tiga orang Aceh yang bekerja di kapal China  meninggal dunia dan jenazahnya diselundupkan ke Batam.

Saat ini mayat sudah berada di rumah sakit BP Batam, di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo.

Terungkapnya penyelundupan tiga jenazah ABK WNI ini setelah polisi berhasil menangkap tiga warga yang berusaha menyelundupkan jenazah ke Batam, Kamis (13/8/2020).

"Kita amankan tiga orang terkait pemasukan mayat ke Batam tanpa prosedural," ujar Direktur Reserse kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto sebagaimana diberitakan Tribun Batam, Kamis (13/8/2020).

Arie menjelaskan, para pelaku menjemput jenazah di Out Port Limited (OPL). Selanjutnya ketiga jenazah dibawa ke Batam menggunakan boat pancung ke sebuah pelabuhan di Sekupang.

Para pelaku kemudian menelepon ambulan RSBP Batam untuk menjemput jenazah.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan terhadap pelaku, diketahui ketiga jenazah itu merupakan warga Aceh. Mereka bekerja sejak di kapal Cina, Fu Yuan Yu 829 sejak Oktober 2019.

Baca: Nelayan Hilang Saat Memancing di Perairan Mepar, Kabupaten Lingga, Batam

“Meninggalnya 2 Agustus (di kapal), diselundupkannya tanggal 12, malamnya ada informasi masyarakat ke kita, ada ambulans ambil mayat, kita cek,” ujarnya.

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya ketiga warga Aceh tersebut.

Polisi berencana akan melakukan otopsi untuk mengetahu penyebab kematian ketiganya.

Sementara berdasarkan informasi yang diperoleh Serambinews.com, Jumat (14/8/2020), dari tiga jenazah warga Aceh tersebut, baru dua yang teridentifikasi. Yaitu Musna (26) dan Syakban (22).

Keduanya merupakan warga Bireuen, tepatnya dari Gampong Pante Paku, Kecamatan Jangka.

Sumber Serambinews.com menyebutkan, pihak keluarga sudah mengetahui informasi keduanya meninggal dunia sejak 23 hari lalu.

Mereka sudah mengetahui jenazah berada di Batam, tetapi tidak diketahui di rumah sakit yang mana.

Baca: Ketua DPR: Pembangunan Tanpa Arah Politik yang Jelas, Ibarat Kapal Tanpa Kompas

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved