Aniaya Anak Kandungnya yang Berusia 5 Tahun, Ini Pengakuan Sang Ibu saat di Kantor Polisi

Bukan hanya wajahnya yang babak belur, namun tangan gadis kecil itu juga patah akibat ulah ibu kandungnya sendiri.

DP3AP2KB KABUPATEN KOTIM UNTUK BPOST GROUP
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Hj Ellena Rosie, saat menjenguk bocah 6 tahun korban kekerasan di Sampit, Senin (24/8/2020). 

TRIBUNNEWS.COM -- Bocah kecil berinisial L (5) yang dianiaya ibu kandungnya sendiri kini masih menjalani pemulihan.

Bukan hanya wajahnya yang babak belur, namun tangan gadis kecil itu juga patah akibat ulah ibu kandungnya sendiri.

Saat ini, sang ibu bernama Yati alias YT itu telah diamankan polisi saat melarikan diri bersama kekasihnya Yanto alias YN.

"Saat dilakukan penilangan di Pos Bundaran Besar, salah salah seorang anggota Satlantas, Briptu Anton, mengenali keduanya sebagai pelaku penganiayaan seorang bocah di Sampit yang sedang viral di media sosial," Kanit Turjawali Polresta Palangkaraya Ipda I Made Adnyana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2020).

 Pengakuan Gadis Kecil Dianiaya Ibu Kandung Hingga Tangannya Patah: Masih Sakit, Tadi Diinjak Mama

Polresta Palangkaraya kemudian menyerahkan dua orang tersebut ke Polres Kotawaringin Timur.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku tega menyiksa putri kandungnya itu lantaran pengaruh narkoba.

Kasat Reskrim Polres Kotawaringin Timur AKP Zaldy Kurniawan menyebut dari hasil penyidikan terhadap para pelaku, keduanya mengaku sebagai pengguna aktif narkoba jenis sabu.

Bahkan, ibu kandung korban mengaku baru saja menggunakan narkoba sabu.

Sedangkan kekasihnya YN, sudah sebulan lebih tidak menggunakan.

"Kalau tanpa pengaruh narkoba, tidak mungkin ada orang yang tega menyiksa anaknya sendiri sampai seperti itu," ujar Zaldy

Baca selengkapnya>>>>>>


KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved