Breaking News:

Pemuka Agama yang Diduga Cabuli Santri Diburu, Warga Sempat Bongkar Keramik Rumah Terduga Pelaku

Polrestabes Medan tengah memburu Ustaz Haji Taufik Bin Azis pengurus Tahfiz Quran di Gang kancil, Pasar I Tanjung Sari.

T R IBUN-MEDAN.com/Victory Arrival
Warga kian ramai meihat kondisi rumah di Gang Kancil, Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang lantaran tercium aroma busuk dari dalam kamar tersebut, Senin (14/9/2020) 

TRIBUNNEWS.COM - Polrestabes Medan tengah memburu Ustaz Haji Taufik Bin Azis pengurus Tahfiz Quran di Gang kancil, Pasar I Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang dalam kasus serupa yaitu pencabulan anak di bawah umur.

Sebelumnya, Ustaz Taufik berhasil lolos dari jeratan hukum pada bulan April 2020 lalu usai berdamai dengan korban meski kasusnya sudah dilimpahkan hingga ke Kejaksaan.

Namun, saat ini pelaku kembali diburu kepolisian usai melakukan aksi cabulnya kepada santrinya pada Agustus 2020 ini.

"Ada laporan lagi kasus pencabulan masih sidik satu juga korbannya, seorang santrinya juga," tutur Kanit Unit PPA Polrestatabes Medan AKP Madianta Ginting saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020).

Madianta menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ampun untuk pelaku Ustaz Taufik untuk kedua kali meskipun nantinya akan ada kemungkinan perdamaian.

"Untuk yang kedua ini kalaupun nanti dia damai, kita enggak beri ampun lagi karena sudah perbuatan berulang. Karena kemarin kita berharap mudah-mudahan dia berubah, rupanya berulang lagi," tegasnya.

Saat ini kondisi di rumah Tahfiz Quran di Gang Kancil tersebut sudah tak berpenghuni dan pascapembongkaran lantai keramik yang diduga adanya mayat.

Terlihat gerbang rumah sudah terlihat miring akibat kekecewaan warga terhadap hasil pencarian kepolisian.

Baca: Misteri Bau Busuk dari Rumah Pemuka Agama di Medan Belum Terungkap, Keramik Dibongkar Hasilnya Nihil

Baca: Terkait Kabar Adanya Mayat di Rumah Tokoh Pemuka Agama di Medan Selayang, Begini Penjelasan Polisi

Madianta menyebutkan bahwa pelaku ditahan atas laporan satu orang korbannya yang juga merupakan santri.

"Iya benar, kasus pencabulan anak di bawah umur bukan sodomi. Korbannya satu yang di laporan pertama pada April lalu," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved