Selasa, 2 Juni 2026

Perselingkuhannya Terancam Terbongkar, Wanita Ini Bunuh Selingkuhan dan Jadi Otak Pembunuhan

Perselingkuhannya terancam terbongkar, wanita ini nekat bunuh selingkuhannya dan jadi otak pembunuhan berencana.

Tayang:
Editor: Widyadewi Metta Adya Irani
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi pembunuhan. Dibantu selingkuhannya, seorang istri yang mengaku tak bahagia tega menghabisi nyawa suaminya. 

TRIBUNNEWS.COM - Polres Metro Bekasi mengungkap kasus pembunuhan berencana yang terjadi pada korban berinisial S.

S sebelumnya ditemukan bersimbah darah di depan ruko di Desa Suka Sejati, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, pada 12 Juni 2020 silam.

Setelah diselidiki, polisi mengungkap fakta bahwa S merupakan korban pembunuhan berencana.

Baca: Rapid dan Tes Swab Berkali-kali, Ayah di Kudus Tetap Parno Kena Covid-19 hingga Tega Bunuh Anak

Pembunuhan tersebut dilakukan oleh seorang wanita bersuami yang merupakan selingkuhan korban, yakni D.

Bahkan, D juga menjadi otak pembunuhan berencana tersebut.

Hingga kini, pihak kepolisian Polres Metro Bekasi masih berusaha mencari barang bukti senjata tajam jenis kapak dan pisau kecil yang digunakan oleh teman-teman D untuk menghabisi nyawa S.

Baca: Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Babinsa Pekojan Ditunda Pekan Depan

Sejauh ini, polisi hanya berhasil menyita barang bukti berupa ponsel, kunci mobil tersangka, dan motor korban.

Selain itu, diamankan juga pakaian tersangka yang dipakai saat melakukan pembunuhan.

"Untuk alat pembunuhan berupa kapak dan pisau kecil masih dicari," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan, saat merilis kasus pembunuhan seorang pria yang awalnya diduga korban begal, Jumat (9/10/2020).

Kronologi Pembunuhan Berencana

Hendra menjelaskan, kejadian pada 12 Juni 2020 yang dikira korban begal itu ternyata merupakan korban pembunuhan.

Hal itu diketahui setelah dilakukan penyelidikan dan keterangan saksi.

"Jadi kita ungkap kasus pembunuhan dengan rencana dan atau penganiayaan bersama-sama hingga menyebabkan meninggal," kata Hendra, pada Jumat (9/10).

Kejadian ini juga merupakan termasuk unik, soalnya karena dipicu cinta segi empat.

Baca: Fakta Hutan Bunuh Diri di Jepang, dari Tanda Peringatan hingga Barang Pribadi Korban

Dimana, tersangka D yang telah memiliki suami menjalin hubungan gelap dengan dua pria berinisal N dan S yang menjadi korban.

"Jadi wanita D ini punya suami kerja di Surabaya, dia selingkuh dengan S dan N. Jalinan kasihnya lebih lama dengan S yang jadi korban pembunuhannya. S juga teman sejak kecilnya juga," tutur Hendra.

Adapun kejadian ini dilatarbelakangi adanya ketidaksukaan atau perasaan tidak senang tersangka D karena korban S mengkloning media sosial whatsapp-nya.

Sehingga percakapan antara D dan N dapat dilihat oleh S.

Baca: Kronologi Ayah Bunuh Anak Kandung yang Sakit Asma, Depresi Merasa Terpapar Covid-19 dari sang Anak

Korban S mengancam bukti-bukti percapakan itu bakal dibocorkan kepada suami D dan meminta uang Rp 3,5 juta.

"D terpaksa membayar tapi baru Rp 500.000 dia ketakutan dan melaporkan persoalannya itu ke kekekasih lainnya yakni N," terang dia.

Merasa tertekan, tersangka D menceritakan tindakan korban S ke kekasih gelap lainnya yakni N.

Akhirnya, diputuskan untuk melakukan pembunuhan terhadap S.

Baca: Seorang Ibu Muda Diduga Diperkosa Warga Setempat, Sebut Anaknya Dibunuh Lalu Jasadnya Dibawa Kabur

Untuk melancarkan aksinya kejinya, tersangka D meminta bantuan saudaranya De dan tersangka N juga meminta bantuan temanya IT.

"Mereka berempat bertemu di salah satu perumahan di Grand Vista diatur sedemikian rupa membagi peran untuk melakukan aksi pembunuhan," jelas dia.

Tersangka D berperan menjemput korban S dengan alasan akan membayar sisa uang yang dimintanya itu.

Untuk IT bertugas mengeksekusi korban S, sementara De memberikan sejumlah uang kepada N untuk melarikan diri.

"Dari situlah terjadi ke korban S, dengan dianiaya oleh N dengan senjata tajam jenis kapak dan pisau kecil," imbuh dia.

Baca: BREAKING NEWS: Ibu Muda Mengaku Jadi Korban Pemerkosaan, Anaknya Dibunuh, Jasadnya Dibawa Pelaku

Korban S sempat menangkis kapak meggunakan tangan, akan tetapi tembus mengenai pipinya.

Melihat masih hidup, tersangka S melakukan penusukan menggunakan pisau kecil ke bagian tubuh korban.

Kejadian itu juga sempat dilihat warga sekitar, dan meneriaki begal.

"D ini awalnya pura-pura bersama S korban begal, dan sempat mengantarkan ke klinik. Tapi langsung ditinggal pergi," imbuh dia.

Baca: Pemuda Ditemukan Tewas Diduga Dibunuh, Keluarga Korban Bakar 7 Rumah hingga Blokade Jalan

Adanya informasi kejadian itu, kepolisian langsung mendatangi klinik tempat korban sempat dirawat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Hendra menuturkan dari situlah terungkap bahwa S bukan merupakan korban begal, akan tetapi korban pembuhuhan.

"Itu berdasarkan keterangan warga yang melihat mobil melaju kencang dan keterangan dari petugas klinik," ungkapnya.

Dari penyelidikan serta penelusuran ditangkap tersangka D, N dan De.

N ditangkap di Kabupaten Bandung Barat, sementara D dan De di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Hendra menambahkan tidak ada barang yang hilang milik korban.

Adapun akibat perbuatannya, para tersangka bakal dikenakan Pasal 338 KUHP subsider 340 KUHP dan 170 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

(Wartakotalive/Muhammad Azzam)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Polisi Masih Mencari Kapak dan Pisau Kecil untuk Menghabisi Nyawa Selingkuhan di Cikarang Selatan

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved