Breaking News:

Sempat Kritis dan Setengah Lumpuh, Begini Kondisi Harimau Betina yang Terjerat Jaring Babi di Aceh

Harimau harus tetap dirawat beberapa hari ke depan, menunggu kesehatan dan kesembuhan luka di tubuhnya membaik, sebelum dilepas ke habitatnya semula

Dok Polisi
Tim BKSDA bersama aparat kepolisian di kabupaten Galus melakukan upaya penyelamatan dan pengobatan satu ekor harimau Sumatera yang terjerat jaring babi di kebun warga di desa Tongra kecamatan Terangun, Senin (19/10/2020) 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rasidan

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Satu ekor harimau Sumatera berkelamin betina berumur sekitar 2,5 hingga 3 tahun ditemukan penuh luka karena terjerat jaring babi di Desa Melelang Jaya, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues (Galus), sepuluh hari lalu.

Kini kondisi 'si raja hutan' itu sudah membaik setelah dilakukan penanganan oleh tim BKSDA bekerja sama dengan TNGL serta dua lembaga NGO, yakni FKL dan WCS.

Informasi yang dikumpulkan Serambinews.com, Senin (26/10/2020), menjelaskan, Harimau Sumatera tersebut saat ini masih mendapat perawatan oleh tim BKSDA di Blangkejeren.

Saat ditemukan terjerat jaring babi sepuluh hari yang lalu di kebun jagung milik warga di Kecamatan Terangun, kondisi satwa liar yang dilindungi itu sempat kritis setelah terdapat delapan luka jeratan di bagian tubuhnya.

Ketua Tim BKSDA Aceh selaku Koordinator Lapangan, Andi Aswinsyah kepada Serambinews.com, Senin (26/10/2020), mengatakan, kondisi kesehatan Harimau Sumatera tersebut saat ini sudah sangat membaik.

Baca juga: Fakta soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh, Berikut 7 Poinnya, Digagas Sejak Tahun 2019

Padahal, bebernya, saat ditemukan dulu dalam perangkap jaring babi, kondisi badan harimau itu penuh luka dan setengah lumpuh.

Namun saat ini kesehatan dan kesembuhan lukanya sudah mencapai 80 persen dari sebelumnya, tetapi masih tetap dilakukan perawatan.

"Sekarang harimau itu sudah menunjukkan keganasan lagi layaknya Harimau Sumatera di alam bebas atau di habitatnya sendiri," kata Andi.

"Namun begitu, harus tetap dirawat untuk beberapa hari ke depan, menunggu kesehatan dan kesembuhan luka di tubuhnya membaik, sebelum dilepas ke habitatnya semula di Kecamatan Terangun,"sebut dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved